Bimtek Penyusunan Alat Evaluasi Hasil Belajar

Suasana Bimtek bagi para guru.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dinas Pendidikan Pamekasan mulai Senin (10/2/2020) menggelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Penyusunan Alat Evaluasi Hasil Belajar bagi guru, kepala sekolah dan pengawas, di Hotel Odaita Pamekasan. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 orang ini digelar bergantian, mulai dari Bimtek bagi guru selama dua hari, dilanjutkan Kepala Sekolah dan terakhir bagi pengawas.

Bimtek ini digelar terkait dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang pokok pokok pemikirannya yang disebut dengan konsep Merdeka Belajar. Merdeka belajar dalam konsep Mendikbud terkait dengan 4 persoalan yakni tentang USBN, Unas, RPP dan PPDB Zonasi.

Kasi Pembelajaran SD Disdik Pamekasan, Fatimatuzzahra saat mendampingi Kadisdik Pramajaya mengatakan, Bimtek yang digelar Disdik kali ini adalah Bimtek yang berkaitan dengan USBN. USBN mulai tahun ini ditiadakan diganti dengan ujian sekolah. Sebelumnya USBN diatur dalam Permendikbud No 43 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ujian oleh satuan pendidikan dan ujian nasional.

“Konsekuensi logis dari kebijakan itu maka sudah tidak ada lagi ujian sekolah berstandar nasional sehingga kabupaten selaku kepanjangan dari pemerintah pusat sudah tidak berhak mengintervensi kegiatan ujian sekolah kepada para siswa. Jadi kelulusan dan ujian itu sudah murni diberikan kepada sekolah,” katanya, Senin (10/2/2020).

Persoalannya kemudian, kata Fatimatuzzahra, banyak SDM di bawah, baik guru, kepala sekolah maupun pengawas yang dinilai masih belum siap mengikuti kebijakan baru Kemendikbud tersebut. Oleh karena itu, maka Disdik Pamekasan mengambil inisiatif menguatkan mereka dengan memberikan bimbingan teknis atau kebijakan lain bagaimana melaksanakan ujian sekolah ini di sekolah masing-masing.

“Jadi ini tidak tanggung-tanggung semua guru kelas 6 nanti kita Bimtek, semua kepala sekolah kita berikan orientasi, semua pengawas kita juga ada penguatan, sehingga tiga elemen emas ini antara guru kepala sekolah dan pengawas ini sinergis untuk melaksanakan ujian sekolah pada tahun ini dengan sebaik,” terangnya.

Untuk kesempurnaan Bimtek ini, lanjut Fatimatuzzahra, Disdik mendatangkan Dr Ilham Dwi Raharjo nara sumber dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur yang sudah lebih dulu menerima informasi semua yang terkait dengan kebijakan Kementerian Dikbud.

“Jadi memang kita gelar duluan supaya lebih siap. Saya berfikir ini kesempatan bagus, tetapi memang harus berpacu dangan waktu karena kalau kita telat tidak bisa dirasakan oleh guru. Semua guru kita pahamkan sehingga tidak ada alasan lagi yang tidak siap melaksanakan ujian sekolah walaupun tingkat kesiapan antar sekolah bisa beda,” terangnya. (mas)