Risma Larang Nelayan Melaut

Wali Kota Risma saat memberikan pengarahan kepada para nelayan, Rabu (8/1/2020).

SURABAYA (global-news.co.id)) – Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan pesisir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Romokalisari, Benowo. Sosialisasi dilakukan sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kali ini, sosialisasi ditujukan kepada para nelayan di tiga kecamatan. Yakni Krembangan, Benowo dan Asemrowo. Bahkan dalam beberapa hari ke depan, pesisir Surabaya diprediksi bakal terjadi banjir rob, pada 9-11 Januari 2020.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca dalam seminggu ke depan diprediksi tidak bagus. Karena itu, pihaknya mengimbau para nelayan memperhatikan kondisi cuaca terkini sebelum melaut.

“Saya sedih kalau ada warga saya yang kena musibah. Karena itu, tolong sekali lagi saya titip, kalau cuaca kondisi buruk, tolong jangan dipaksakan untuk melaut,” kata Wali Kota Risma saat memberikan pengarahan kepada para nelayan, Rabu (8/1/2020).

Risma mengimbau mereka agar melihat Weather Information Display (WID) untuk mendapatkan informasi seputar kondisi cuaca sebelum melaut. WID tersebut dapat membantu mereka mendapatkan informasi tentang kondidi perairan. Sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk pergi menangkap ikan.

“Yang biasanya panjenengan (Anda) akan berangkat ke laut, panjenengan bisa melihat nanti (WID). Kenapa ini penting, karena ini untuk keselamatan panjenengan semuanya,” imbuhnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap, para nelayan agar terus memanfaatkan WID sebelum berangkat melaut. Tidak hanya dalam seminggu ke depan. “Ini saya berharap berlanjut seterusnya, bukan hanya untuk seminggu ini. Saya harap panjenengan (anda) tetap melihat (WID) itu,” katanya.

Kendati demikian, selama para nelayan tersebut berhenti melaut karena kondisi cuaca buruk, Pemkot Surabaya memberikan bantuan berupa beras untuk kebutuhan sehari-hari mereka. “Kalau misalkan nanti cuacanya jelek, panjenengan (anda) tidak bisa melaut, saya coba memberikan bantuan sedikit, ada beras yang bisa panjenengan gunakan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, secara simbolis, Wali Kota Risma juga menyerahkan bantuan berupa beras kepada para nelayan untuk kebutuhan sehari-hari mereka selama tidak bekerja melaut, karena kondisi cuaca yang buruk.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan, kegiatan pembinaan kepada para nelayan ini rutin dilakukan. Dalam kegiatan ini, Pemkot Surabaya juga menggandeng BMKG, Basarnas dan Polairud untuk mengigatkan kepada nelayan tentang pentingnya alat-alat keselamatan, termasuk informasi cuaca sebelum melaut.

“Kita tahun ini memasang tambahan 3 lagi (WID), jadi ada 6 Weather Information Display (WID), yang diperuntukkan untuk nelayan sebelum melaut bisa terinfomasi, sehingga sebelum melaut mereka bisa memprediksi keadaan cuaca,” kata Irvan.

Keenam WID tersebut, telah terpasang di beberapa titik pesisir Kota Surabaya. Tahun 2018, telah terpasang di Taman Suroboyo (Kel. Cumpat, Kec. Kedungcowek), Masjid Al Mabrur (Kel. Nambangan Perak, Kec. Kedungcowek), Tambat Labuh Sontoh (Kel. Tambak Sarioso, Kec. Asemrowo).

Sedangkan di tahun 2019, WID telah terpasang di Sentra Ikan Romokalisari (Jl. Romokalisari I, Benowo Kota Surabaya), Titik Kumpul Nelayan Tambak Wedi (Jl. Tambak Wedi, Kenjeran, Kota Surabaya), dan Titik Kumpul Nelayan Kalisari (Jl. Kalisari, Mulyorejo, Kota Surabaya).

Irvan menjelaskan, data yang ditampilkan di Weather Information Display (WID) itu, didapatkan dari BMKG Maritim Tanjung Perak. Data tersebut merupakan data realtime yang diupdate setiap harinya dan berisi beberapa informasi. Mulai dari suhu, kelembapan udara, cuaca, kecepatan dan arah angin, tinggi gelombang hingga jarak pandang.

“Ini semua terhubung ke SIUTS (Surabaya Integrated Urban Transport System) Joyoboyo, dan ke depan kita akan bekerjasama dengan BMKG untuk bisa terkoneksi dengan Early Warning System bila ada tsunami atau cuaca buruk lainnya, jadi kita sedang berkoordinasi untuk mengajukan,” katanya. pur