Hari Ini, Tol Pandaan-Malang Berbayar

SURABAYA (global-news.co.id) – Tol Pandaan-Malang seksi IV (Singosari-Pakis) per Kamis (7/11/2019) hari ini, akan mulai berbayar. Setelah selama sepekan dilakukan ujicoba sambil menunggu Sertifikat Layak Operasi (SLO) turun.

Gatot Sulistyo Hadi

“Mulai Kamis (7/11/2019) besok, tol Pandaan-Malang seksi IV sudah berbayar. Tarifnya sama seperti seksi yang lain yakni sekitar Rp.950 perkilometer,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, Gatot Sulistyo Hadi saat dikonfirmasi di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (6/11/2019.)

Menurut Gatot sapaan akrabnya, tol Pandaan-Malang terbagi menjadi lima seksi. Yakni seksi I (Pandaan-Purwodadi), seksi II (Purwodadi-Lawang) dan III (Lawang-Singosari) dan seksi IV (Singosari-Pakis) yang sudah beroperasi.

Sedangkan, untuk seksi V (Pakis-Malang) diperkirakan akan tuntas proyek pengerjaannya pada triwulan I tahun 2020 mendatang. “Seksi V tidak bisa selesai akhir tahun ini karena ada review desain setelah ditemukannya situs di seksi tersebut,” ungkap Gatot.

Selain tol Pandaan-Malang, proyek jalan tol diJatim yang belum beroperasi seluruh seksinya pada akhir tahun ini, adalah tol Krian-Legundi-Bunder (KLB). “Diperkirakan untuk tol KLB, realisasinya paling lambat triwulan I tahun 2020,” jelasnya.

Pihaknya juga mendesak pembangunan tol Probolinggo-Lumajang sepanjang 28 km bisa segera terealisasi agar kepadatan dan kemacetan lalulintas khususya saat musim lebaran bisa terurai, mengingat luas jalan hanya kisaran 6-7 meter saja.

“Kami berharap pemerintah pusat bisa mendapatkan investor untuk membangunnya” terang Gatot. Sebaliknya, untuk tol Kertosono-Kediri, sudah bisa dimulai pembangunannya karena sudah ada investornya.

Diakui Gatot, kendala utama dalam pembangunan jalan tol adalah terkait pembiayaan dan pembebasan lahan. Karena itu jika ada pihak swasta yang bersedia menjadi investor tidak menjadi masalah.

“Kami siap memberikan informasi secara lengkap terkait potensi jalan tol di ruas tersebut. Tinggal dari pihak swasta bersedia tidak,” pungkasnya. nas