Badrut Tamam : Pemimpin Baik Tanpa Aparat yang Baik Jadi Macan Ompong

Badrut Tamam Halal Bilalal Forkopimda dan Pemkab Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam terus mengkampanyekan komitmen tidak ada jual beli jabatan pada kepemimpinannya. Sebab pemerintah yang bersih dan melayani akan muncul dari pejabat yang bersih. Karena itu penempatan jabatan dalam kepemimpinan bersama wakilnya, Raja’e, akan didasarkan pada prinsip the right man on the right pleace.

Dia menegaskan kembali hal itu saat memberi sambutan pada halal bihalal Forkopimda bersama Bapati dan karyawan Pemkab Pamekasan yang dilaksanakan di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (13/6/19).

Acara halal bihalal dalam rangka Idul Fitri 1440 H ini juga dihadiri kalangan alim ulama, pimpinan Ormas Islam dan pesantren di Pamekasan.

“Kami tegaskan kembali bahwa tidak ada jual beli jabatan dalam kepemimpinan kami dan Pak Wabup. Karena kami ingin menerapkan nilai nilai Islam yang baik sesuai dengan keyakinan kami. Pemerintahan yang bersih adalah fondasi terciptanya pemerintah dan pelayanan yang baik pula bagi masyarakat,” tandasnya.

Badrut menegaskan Kabupaten Pamekasan yang hebat sebagaimana diinginkan, merupakan citacita mulia yang harus diikhtiarkan bersama semua elemen masyarakat. Pamekasan hebat yang dimaksud adalah pemerintahan yang benar benar melayani dengan etis dan profesional pada rakyat.

“Komitmen kami urusan yang kecilpun akan tetap pada posisi tidak merasa ajimumpung sebagai bupati. Sebab kalau begitu yang terjadi akan ada jarak dan tidak ada kebersamaan dan komitmen untuk bersama memajukan Pamekasan. Apa yang ada dalam pikiran dan komitmen kami akan kami terjemahkan dalam kerja nyata,” terangnya.

Kepada para pejabat dan karyawan dilingkungan Pemkab Pamekasan, Badrut menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinannya harus didukung oleh aparat yang handal juga. Harus ada sinergi antara pimpinan yang handal dengan aparat yang handal.

“Jika pemimpin handal, tak didukung aparat yang handal, maka kepemimpinan akan seperti macam ompong. Bupati hanya bisa pidato saja tak terealisir karena aparatnya tidak jalan. Sabaliknya pemimpinnya lemah aparatnya yang handal, maka akan terjadi perang saudara saling rebut jabatan memanfaatkan kelemahan pemimpinnya,” terangnya.

Badrut juga menyinggung tentang peran alim ulama. Menurut dia bimbingan dan masukan dari mereka sangat penting diperhatikan. Keberhasilan pembangunan Pamekasan tidak hanya mendasarkan pada program yang bagus, namun juga diikuti bimbingan ulama dan doa minta pertolongan Allah SWT.

Dalam kesempatan itu Badrut kembali mengungkapkan tentang lima prioritas programnya yakni reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi yang bagus. Untuk mencapai itu semua, kata dia, dibutuhkan kepemimpinan yang sabar, tabah menghadapi kritikan, cibiran bahkan hinaan pihak lain. (mas)