Refleksi HUT RI ke-73 Pimpinan DPRD Pamekasan: Momen Perbaiki Kedewasaan Politik, Ekonomi dan Penegakan Hukum

Pimpinan DPRD Pamekasan mengimbau agar memaknai peringatan Kemerdekaan HUT RI ke-73 dengan dewasa dalam berpolitik menjelang pesta kontestasi politik pada tahun 2019.

PAMEKASAN (GN)-Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 ini harus menjadi titik pembaharu semangat bagi rakyat Indonesia, karena tahun depan tepatnya April 2019 Indonesia akan menghadapi pesta politik besar yakni pemilu legislatif dan pemilihan presiden secara serentak.

Pimpinan DPRD Pamekasan juga memiliki prinsip dan komitmen yang sama agar HUT RI ke-73 tahun ini elemen masyarakat di daerahnya menjadikan peringatan kali ini sebagai momentum memperbaharui  semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan baik.

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengajak agar dalam memperingati HUT Kemerdekaan tahun ini masyarakat  meningkatkan kedewasaannya dalam berpolitik, karena pada tahun 2019 mendatang bangsa Indonesia akan menghadapi  pileg dan pilpres secara bersamaan.

Dewasa secara politik artinya, kata Halili, dalam menghadapi pileg dan pilpres di tahun 2019, maka melalui peringatan HUT kemerdekaan ini masyarakat memantapkan niat mengisi kemerdekaan dengan baik, di antaranya adalah memantapkan niat untuk ikut mensukseskan Pileg dan Pilpres dengan proses yang baik.

“HUT Kemerdekaan RI tahun ini nempel dengan pileg dan pilpres tahun datang. Karena itu mari kita jadikan mementum HUT kemerdekaan RI tahun 2018 ini sebagai tahun  memantapkan semangat yang bagus dan dewasa dalam menghadapi pesta pileg dan pilpres pada tahun depan. Dewasa dan berkualitas artinya tidak ada fitnah dan hujat menghujat,” ujar wakil rakyat asal PPP ini.

Hal senada juga disampaikan Imam Hosairi. Wakil Ketua DPRD Pamekasan asal PKB ini mengajak agar semua politisi dan masyarakat yang ingin bersaing dalam kontestasi pileg dan pilpres mendatang, harus menata ulang niatnya untuk tidak hanya mengejar jabatan, namun harus didasari oleh ketulusan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Pada HUT kemerdekaan RI tahun ini kita harus mengubah pola pikir bagi pemegang amanat rakyat ini untuk tidak hanya mengejar jabatan namun juga harus berjuang membantu rakyat. Jika tidak maka tidak akan ada perubahan dari tahun ke tahun. Sementara kehidupan rakyat terus terbebani kesusahan,” katanya.

“Apalagi bulan Agustus ini juga pendaftaran capres dan cawapres. Ini harus mengingatkan hati kita semua bahwa kemerdekaan yang dimiliki bangsa ini diraih dengan jerih payah para pejuang. Karena itu harus diisi dengan baik. Jadikanlah  semangat pileg dan pilpres sebagai semangat untuk membangun bangsa bukan hanya untuk rebutan jabatan,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD asal Partai Demokrat Hermanto lebih menekankan pada pentingnya semua pihak terkait utamanya para pemimpin dan pelayanan rakyat untuk memikirkan tentang kondisi ekonomi masyarakat yang belakangan ini mengalami  krisis. Daya beli melemah dan harga barang-barang kebutuhan terus naik.

“Kita merdeka dengan tujuan agar bisa hidup tenang, salah satunya adalah kondisi ekonomi harus distabilkan. Jika soal ekonomi rakyat masih belum stabil, maka kita belum merdeka yang sebenarnya. Sekalipun ada yang bisa menikmati kekayaan negara dengan aman namun hanya sebagian kecil saja,” paparnya.

Dia menegaskan masalah eknomi ini erat kaitannya dengan masalah pendidikan dan kesehatan. Karena itu jika ekonomi jelek, maka pendidikan masyarakat akan rendah dan kesehatan  masyarakat juga akan terganggu. Masyarakat yang bodoh dan tidak sehat adalah masyarakat yang tidak akan bisa mengisi kemerdekaan dengan baik.

Sementara itu, M Suli Faris, Wakil Ketua DPRD Pamekasan asal PBB, lebih menekankan pentingnya pemerintah memperbaiki soal penegakan hukum yang adil menjadi bagian dari pemenuhan hak mendasar dan kemerdekaan masyarakat. Masyarakat harus dididik melek hukum dan aparat juga harus konsisten menegakkan hukum. (mas/*)