Jokowi Sumbang Sapi PO Seberat 1,05 Ton, Pakde Karwo Beli Simental 1 Ton

GN/F. Al Aziz
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Wemmi Niamawati saat menjelaskan tentang strategi pengembangan ternak menuju swasembada pangan di kompleks kantor Gubernur Jatim, Senin (2/8/2018).

SURABAYA (global-news.co.id)-Dalam Idul Adha 1439 Hijriyah ini, masjid Al Akbar Surabaya akan mendapat titipan amanah sapi kurban dari Presiden dan Gubernur Jawa Timur. Sapi peranakan ongole (PO) atau biasa disebut sapi Jawa seberat 1,050 ton akan menjadi kurban Presiden Joko Widodo. Sedangkan Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo membelikan sapi jenis Simental dengan bobot persis 1 ton.

Sapi Jawa atau sapi peranakan ongole (PO) sumbangan presiden dibeli dari peternak asal Solokuro, Lamongan. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Wemmi Niamawati mengungkapkan sapi milik presiden beratnya lebih dari 1 ton. “Tim dari Dinas Peternakan Jatim sudah melakukan pemeriksaan kesehatannya beberapa waktu lalu,” kata Wemmi ditemui di sela kegiatan di kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (20/8/2018).

Bukan hanya Presiden Jokowi, Gubernur Jatim H. Soekarwo juga akan menyerahkan sapi kurban di masjid Al Akbar Surabaya. Wemmi mengatakan, sapi Pakde Karwo juga dibeli dari Kabupaten Lamongan. Bedanya, sapi simental Pakde dibeli dari peternak asal Kecamatan Tikung.

Masih di tempat yang sama, ungkap Wemmi, sejauh ini instansi yang dipimpinnya belum menemukan atau menerima laporan penyakit antraks dan rabies atau anjing gila pada hewan hewan ternak. Bersama dengan dinas peternakan kabupaten/kota se-Jatim, Dinas Peternakan Jatim telah melakukan pemeriksaan hewan kurban serentak. “Tidak ditemukan penyakit menular strategis seperti antraks dan sejenisnya. Hanya ditemukan penyakit kulit dan nafsu makan berkurang karena stres,” ujarnya, Senin (20/8).

Wemmi juga menjamin kalau proses pemeriksaan terhadap hewan kurban dilakukan secara detail. Pemprov Jatim tahun ini melibatkan 1.000 lebih SDM yang disebar di sekuruh kabupaten/kota. Disnak Jatim juga menggandeng Ikatan Dokter Hewan Indonesia dan FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) UWK dan UNAIR.

Sementara terkait tingginya permintaan hewan kurban yakni sapi dan kambing di Jatim, Wemmi memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Dia mengatakan stok masih aman. “Sudah ada 47.660 ekor sapi dan stok sapi potong harian 32.2852 ekor yang tersedia sampai akhir tahun 2018. Untuk kambing, terdapat 129 ribu ekor, dan stok kambing potong 830.000 ekor,” pungkasnya.(faz)