Jembatan Babat-Widang Tuban Ambruk

 

GN/Istimewa
Kondisi jembatan Babat Widang yang ambruk.

LAMONGAN (global-news.co.id)–Salah satu sisi jembatan nasional Babat-Widang Tuban yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban, ambruk. Tiga truk yang kebetulan berada di atas jembatan, ikut tercebur ke dalam sungai Bengawan Solo, Selasa (17/4/2018).

Kejadian ambruknya jembatan Babat-Widang ini terjadi Selasa siang diperkirakan kurang lebih pukul 10.30 WIB. “Kalau tepatnya jam berapa saya kurang tahu, kurang lebih sekitar 10.30 WIB. Saat kejadian itu ada truk yang melintas di atas jembatan itu,” kata Imron, salah seorang warga sekitar, Selasa (17/4/2018).

Wandi (44), warga lain, mengatakan, saat jembatan yang membentang di atas aliran sungai Bengawan Solo itu, ada beberapa kendaraan yang melintas di atasnya. “Tadi ada 3 truk dan 1 mobil minibus, sepertinya avanza. Namun untuk avanzanya tidak sampai masuk ke air, hanya truknya saja,” sambungnya.

Menurut Wandi, jembatan yang ambruk itu berada di sisi kiri. Tepatnya masuk Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Memang sebelum kejadian, jembatan utama yang menghubungkan dua kabupaten di jalur Pantura itu sudah mengalami retak. “Jembatan itu sudah lama mengalami pergerakan, khususnya ketika terjadi banjir,” paparnya. Hingga saat ini, proses evakuasi tengah berlangsung.

Sejumlah aparat kepolisian sudah berada di lokasi kejadian. Ada kemungkinan terdapat korban jiwa. Namun hingga kini, petugas berusaha melakukan evakuasi.

Anggota Satlantas Polsek Babat Bripka Purnomo membenarkan jembatan ambruk diperkirakan sekitar 10.45 WIB.

Ambrolnya jembatan ini juga menyebabkan sejumlah kendaraan bermotor yang kebetulan berada di atas jembatan ikut tercebur ke sungai Bengawan Solo.

Bripka Purnomo menjelaskan, pihaknya belum mengetahui ada berapa kendaraan yang jatuh ke sungai. “Sepertinya ada korban jiwa, tapi belum bisa kita pastikan,” tambahnya.

Namun, Martono, Kepala Desa Truni, Kabupaten Lamongan, mengatakan, selain tiga truk yang tercebur ke sungai, ada 4 sepeda motor yang juga dikabarkan ikut tercebur ke sungai. “Iya tadi ada 4 sepeda motor juga yang tercebur ke sungai tapi sepertinya pengendaranya selamat kok,” kata Martono.

Ditanya terkait dengan adanya korban jiwa, Martono mengaku tidak tahu menahu. Namun yang pasti, saat peristiwa terjadi, debit air Sungai Bengawan Solo dalam keadaan rendah. “Saya kurang tahu, apakah ada korban atau tidak. Sepertinya tidak ada. Tapi yang pasti ini beruntung, karena debit airnya rendah, coba kalau besar, pasti hanyut semua,” tuturnya.

Jembatan Babat-Widang merupakan jalur nasional penghubung Kabupaten Tuban, Lamongan dan Bojonegoro. Panjang jembatan tersebut sekitar 15-20 meter. Sedangkan lebar jembatan yang ambrol sekitar 8 meter. (faz)