Sekolah Adiwiyata Harus Jadi Rujukan Pendidikan Karakter dan Budaya Mutu

Wabup Khalil Asyari bersama kepala sekolah penerima anugrah lingkungan. GN/Masdawi Dahlan

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Wakil Bupati Pamekasan Drs Khalil Asyari meminta agar sekolah Adiwiyata tak hanya menjadi rujukan dalam bidang pengelolaan lingkungan dan kebersihan, namun juga bagi pendidikan karakter dan budaya mutu.

Melalui program sekolah adiwiyata diharapkan pengelolaan pendidikan tak hanya menekankan pada peningkatan prestasi akademik saja tetapi yang penting juga pembentukan karakter  dengan membangun kebiasaan anak peduli lingkungan, mencintai lingkungan asri sekaligus sebagai media pemeliharaan lingkungan.

Wabup mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan dalam penyerahan anugerah lingkungan bagai sekolah adiwiyata dan tokoh peduli lingkungan yang diselengarakan di Kawasan Monumen Arek Lancor, Minggu (31/12/2017).

Ada sejumlah sekolah adiwiyata yang menerima anugerah saat itu antara lain 1 sekolah adiwiyata mandiri, 4 sekolah adiwiyata nasional dan 6 sekolah adiwiyata propinsi, serta tiga tokoh peduli lingkungan.

“Karena itu saya sangat mendukung upaya pemerintah pusat untuk mendukung generasi muda sejak usia sekolah dasar agar peduli dan cinta lingkungan melalui program sekolah adiwiyata ini secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga tingkat  nasional karena hal itu akan berdampak pada anak didik untuk peka terhadap pelestarian lingkungan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan Muhammad Jabir mengungkapkan anugrah lingkungan tahun 2017 diberikan pada sekolah dan tokoh lingkungan, merupakan upaya untuk menghayati memahami tentang urgensi   perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Kegiatan ini sengaja dilakukan akhir tahun sebagai kado atas keberhasilan sejumlah sekolah peraih adiwiyata baik sekolah adiwiyata propinsi, sekolah adiwiyata nasional maupun sekolah adiwiyata mandiri,”  tegasnya.

Para tokoh masyarakat yang menerima anugrah lingkungan itu antara lain  Drs KH Hanafi Anwar, Pembina Lingkungan Desa Branta Tinggi. Bapak Slaman tokoh penyelamat lingkungan Desa Lembung. Bapak Syaiful pelestari lingkungan Desa Pegagan dan Rusman Hayat pengabdi lingkungan yang merintis dan mengelola bank sampah.

Sedangkan sekolah adiwiyata yang menerima anugrah lingkungan itu antara lain 6 sekolah adiwiyata propinsi antara lain SDN Kolpajung 2, SMAN 1 Pamekasan, SMAN 2 Pamekasan, SMKN 1 Tlanakan, SMKN 3 Pamekasan dan MTSN 2 Pamekasan.

Lalu ada 4 sekolah adiwiyata nasional yaitu SDN Kowel 3, SMPN 2 Larangan, MTsN Partaker dan SMAN 4 Pamekasan. Selain itu ada satu lagi yakni SMPN 1 Larangan sekokah peraih adiwiyata mandiri yang saat ini diharapkan akan berlanjut meraih penghargaan ASEAN Green School. (mas/*)