Saham Dibeli Bank Thailand, Saham Bank Maspion Melonjak

 

GN/Istimewa
Presdir Kasikornbank Predee Daochai dan Presdir Maspion Group Alim Markus bertukar dokumen perjanjian penyerahan saham Bank Maspion.

JAKARTA (global-news.co.id)-Sebagian saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) diakuisisi sebuah bank ternama asal Thailand, Kasikornbank yang kini memegang hampir 10 persen bank tersebut. Perseroan mengumumkan bahwa telah terjadi perpindahan kepemilikan saham BMAS dari Alim Investindo kepada Kasikornbank. Keduanya telah menandatangani Conditional Sale dan Purchase Agreement (CSAP) pada 28 Agustus 2017.

Berdasarkan perjanjian, Karsikornbank akan membeli saham BMAS yang dimiliki Alim Investindo sebesar 443,9 juta saham. Angka tersebut mewakili 9,99 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor perseroan. “Penyelesaian transaksi akan dilakukan dalam 10 hari kerja setelah seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian dipenuhi,” kata Direktur Bank Maspion Sri Redjeki, Selasa (29/8/2017).

Setelah diumumkannya transaksi saham tersebut, kini saham BMAS terus melonjak. Hingga pukul 10.53 waktu JATS saham BMAS hari ini sudah menguat 10 persen ke level Rp 440. Pada pengumuman transaksi kemarin, saham BMAS juga menguat 5,26 persen ke level Rp 400.

Sekadar informasi, sepanjang kuatal I-2017, BMAS berhasil mengantongi laba sebesar Rp 34,6 miliar. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan perolehan laba di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,6 miliar.

Mengutip kontan.co.id, akuisi Thailand Kasikornbank sebesar 10 persen saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk nilainya sebesar US$ 20 juta atau Rp 266,6 miliar (kurs US$ 1=Rp 13.333).

Jika melihat jumlah saham yang diperjanjikan dalam jual beli ini 443,9 juta saham maka per sahamnya Kasikornbank harus merogoh kocek Rp 600 per saham. Nilai akusisi ini lebih mahal ketimbang harga penutupan terakhir bank berkode BMAS pada (28/8) yaitu Rp 400 per saham.

Maka bisa disimpulkan Kasikornbank membeli 10% saham Bank Maspion di harga premium atau 50% dari penutupan terakhir. “Nilai akusisi sekitar US$ 20 juta berdasarkan pesan manajemen pagi ini,” ujar Alim Markus salah satu pemegang saham pengendali Bank Maspion, Senin (28/8/2017).

Sri Redjeki, Direktur Bank Maspion, mengatakan dalam keterbukaan informasi, penandatangan jual beli saham ini dilakukan pada 28 Agustus 2017.

“Berdasarkan perjanjian Kasikornbank akan melakukan pembelian saham dari Bank Maspion yang dimiliki PT Alim Investindo 443,9 juta saham atau 9,9% saham,” tulis Sri dalam keterangan resmi, Senin (28/8/2017).

Transaksi jual beli saham ini akan diselesaikan dalam 10 hari kerja setelah perjanjian penandatangan kerjasama ini.

PT Bank Maspion Indonesia Tbk menjual 9,99% sahamnya atau US$20 juta kepada KBank asal Thailand untuk memperkuat layanan bisnis digital perbankan dan perbankan sektor usaha kecil menengah (UKM) dalam jangka panjang.

Alim Markus yang juga Presiden Direktur dan CEO Maspion Group, mengatakan alasan Bank Maspion menggandeng Kasikornbank karena dinilai memiliki kinerja perbankan yang bagus di Thailand dan memiliki layanan IT dan e-commerce yang kuat.

“Tanda tangan perjanjian kerja sama sudah tadi pagi (Senin 28/8/2017) di kantor pusat KBank (Kasikornbank) Thailand. Dia (KBank) punya IT dan e-commerce itu very strong, dan dia juga punya keuntungan tahun lalu itu nomor satu di Thailand, dan KBank punya profit bagus sekali US$1,2 miliar,” katanya seperti dikuti bisnis.com, Senin (28/8/2017).

Dikatakan Alim, rencananya hasil dari akusisi tersebut nantinya akan dikelola untuk meningkatkan layanan investasi dan pembiayan perdagangan, UKM dan digital perbankan bagi kedua pihak.

“Selain itu, langkah ini juga akan membuka jalan bagi KBank untuk melayani perdagangan bilateral dan investasi Thailand-Indonesia yang ditargetkan bisa mencapai US$20 miliar dalam 3 tahun,” katanya.

Sementara itu, Presiden KBank Predee Daochai mengatakan pihaknya mengakusisi Bank Maspion karena bank swasta nasional ini baru saha mencapai status Buku 2 dengan fokus layanan utama pada bisnis UKM dan perbankan digital sesuai dengan tujuan KBank.

“Bank Maspion juga punya manajemen risiko yang baik di mana melihat rasio NPL nya berada pada 0,91%, versus rasio pasar 2,93%,” katanya.

Selain itu, lanjut Daochai, Maspion Group juga menjalankan cakupan bisnis di banyak sektor seperti sektor keuangan dan perbankan, ritel/grosir, logistik dan pengembangan properti, serta barang konsumsi, seperti peralatan listrik dan rumah tangga.

Daochai menambahkan, melalui akusisi tersebut nantinya akan memperkuat kehadirannya sebagai Bank AEC +3 untuk melayani konektivitas bisnis di Asean, China, Jepang dan Korea Selatan melalui perluasan jaringan layanannya.

“Indonesia merupakan mesin pertumbuhan baru dengan potensi ekonomi yang signifikan di AEC. Selain diprediksi sebagai ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada 2030 oleh Deloitte, populasi Indonesia juga terbesar keempat di dunia yang berjumlah 260 juta orang ,” katanya.

Adapun, layanan Kasikornbank yang bekerja sama dengan Bank Maspion ini akan dimulai pada bulan ini, di mana tahap pertama operasi akan ditawarkan kepada pelanggan korporat. Perwakilan Kasikornbank akan membantu mengintegrasikan bisnis Thailand dan pelanggan Kasikornbank ke pasar Indonesia melalui kemitraan Bank Maspion. (fan)