1947 Maba STAIN Ikut Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan

Moh Qosim saat menyematkan tanda peserta PBAK bagi mahasiswa baru STAIN.

PAMEKASAN (global-news.co.id) Sebanyak 1947 mahasiswa baru (maba) STAIN Pamekasan, selama tiga hari mulai Senin (14/8/17) hingga Rabu (16/8/17) mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Kegiatan itu dibuka secara resmi Ketua STAIN Pamekasan Dr Moh Qosim MAg, Senin (14/8/17) di Aula kampus STAIN Jalan Trunojoyo  Pamekasan.

1947 maba itu merupakan hasil saringan dari sekitar 5000 pendaftar yang mengikuti seleksi masuk di STAIN Pamekasan. Di lingkungan PTKIN diterapkan tiga sistem penerimaan maba yakni seleksi prestasi, lalu ujian masuk atau UMPTKIN dan yang terakhir seleksi mandiri.

Moh Qosim mengatakan ada yang baru dalam pelaksanaan PBAK kali ini yakni penekanan pada optimalisasi pengenalan dunia intelektual dan kehidupan kampus yang ilmiah bagi maba. Sehingga dalam PBAK tahun ini porsi pembinaan bagi kalangan dosen dan pimpinanan STAIN ditambah.

Materi yang diberikan antara lain persoalan kemahasiswaan, tradisi ilmiah, menulis dan lain sebagainya. Lalu materi tentang pelayanan akademik, layanan keperpustakaan, metode  berfikir ilmiah dan kepemimpinan mahasiswa.

“Sedangkan para mahssiswa senior yang menjadi panitia bagi mereka tetap diberi ruang untuk materi yang berkaitan dengan  kegiatan optimalisasi potensi kemahasiswaan. Nah itulah bedanya dengan  yang sebelumnya. Jadi penekanannya memang pada bagaimana budaya akademik, tradisi ilmiah itu lebih menonjol bagi mahasiswa baru,” katanya.

Qosim mengaku budaya kompetisi  bagi mahasiswa STAIN Pamekasan memang belum tumbuh subur dibandingkan dengan kampu kampus besar di lingkungan PTKIN lainnya di Indonesia. Meski demikian upaya untuk menciptakan dinamika sudah dilakukan dan membuahkan hasil.

Salah satu di antaranya adalah STAIN Pamekasan selalu melibatkan mahasiswa untuk aktif atau mengikuti  berbagai event atau kompetisi akademik di lingkungan PTKIN tingkat nasional. Hasilnya banyak mahasiswa STAIN Pamekasan berhasil meraih prestasi.

Budaya berkompetisi itu, kata Qosim, juga diterapkan bagi para dosen di STAIN. Kini STAIN Pamekasan telah memiliki dua jurnal ilmiah yang terakreditasi. Dari sekitar 56 PTKIN se Indonesia jurnal ilmiah STAIN  Pamekasan yang dikelola oleh para dosen itu kini masuk sepuluh besar terbaik.

“Dengan masuk 10 besar di lingkungan PTKIN di Indonesia,  maka berarti kita punya kemampuan berkompetisi. Tinggal bagaimana kemampuan itu bisa tertular secara merata untuk aspek aspek lainya di STAIN ini. Sehingga kemampuan berkompetisi akan menjadi budaya civitas akademika dan ini yang menjadi jalan STAIN Pamekasan akan bisa bersaing dengan PTKIN lainnya,” pungkasnya. (mas/*)