Gerindra Jatim Siap Munculkan Cagub Pesaing Gus Ipul

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, H Anwar Sadad

SURABAYA (global-news.co.id)-Kandidat kuat Calon Gubernur (Cagub) Jatim Saifullah Yusuf, dipastikan bakal mendapat pesaing kuat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang. Pesaing ini nantinya akan mendapat dukungan penuh dari Partai Gerindra Jatim.

Beberapa tokoh Jawa Timur pun mulai menjadi bidikan DPD Partai Gerindra Jatim, salah satunya adalah Khofifah Indar Parawansa, yang memiliki pemilih fanatik dari unsur Muslimat NU. “Ketua Umum kami, bapak Prabowo Subianto, menginstrusikan bahwa partai harus terbuka untuk seluruh calon,” kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Senin (3/7/2017).

Sadad menjelaskan, saat ini pihaknya telah memulai proses penjaringan bacagub maupun bacawagub Jatim. Di antaranya, membuka komunikasi politik dengan para tokoh, termasuk kiai. Tujuannya, untuk mendapatkan rekomendasi terkait calon pemimpin idaman yang diinginkan oleh para kiai.

Dari konsultasi ini, para kiai telah merekomendasikan beberapa nama. Beberapa nama ini selain dianggap memiliki kapabilitas maupun elektabilitas, juga memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Baik secara struktural, maupun kultural.

Beberapa nama tersebut antara lain, Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI), Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi/MK), Yeni Wahid (Direktur Wahid Institute) hingga Muhammad Nuh (mantan Menteri Pendidikan RI).

Beberapa nama tersebut, menurut Sadad juga memiliki potensi untuk menang. M Nuh misalnya. Kesamaan latar belakang mantan rektor ITS ini dengan Gubernur DKI Jakarta terpilih yang juga diusung oleh Gerindra, Anies Baswedan, dianggap akan memberikan kans yang sama.

“Kami juga pertimbangkan nama Pak Nuh. Kalau Pak Nuh kan jelas mirip dengan Anies Baswedan. Sama-sama mantan rektor, juga mantan menteri pendidikan. Kalau Jakarta saja menang, di sini mengapa tidak?,” papar Sadad.

Dia menyebut, partainya telah menjalin komunikasi secara informal dengan beberapa figur tersebut. “Meskipun demikian, kami akan terus mengamati pertimbangan politik yang ada. Termasuk menerima masukan dari beberapa kiai lain hingga beberapa tokoh masyarakat. Meskipun nantinya, keputusan terakhir tetap ada di tangan DPP,” terang anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Di tempat terpisah, Partai Gerindra juga mewacanakan akan membentuk poros baru untuk mengantisipasi potensi terjadinya Cagub tunggal pada Pilgub Jatim nanti. “Partai Gerindra akan membuat poros baru untuk menghadapi Pilgub Jatim 2018,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Taufik Riyadi dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (2/7/2017).

Menurut Taufik, ada beberapa sosok yang dinilai potensial untuk mempercepat pembangunan Provinsi Jawa Timur, salah satunya adalah La Nyala Mattalitti. Ia berpendapat provinsi besar seperti Jawa Timur harus bisa dibangun dengan kekuatan ekonomi yang besar pula.

Taufik menyatakan, pihaknya merespons wacana tersebut antara lain karena ingin mencarikan penantang bagi Saifullah Yusuf, yang saat ini merupakan satu-satunya nama yang menyatakan diri siap maju dan diusung PKB. * nas