Melihat E-Warong Kube Kerjasama Kemensos-BNI: Warga Semakin Antusias Bertransaksi di Bank

ANTUSIAS: Mensos Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan e-Warong di Sidoarjo.

Program e-Warong Kelompok Usaha Bersama (KUBE) hasil kerjasama Kementerian Sosial RI dengan Bank BNI disambut antusias masyarakat. Apalagi program ini menyatu dengan program OJK Laku Pandai yang memacu masyarakat, termasuk wong cilik, berbisnis secara online bersama BNI. E-Warong KUBE sudah diresmikan di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto, serta akan berlanjut di daerah lain di Jatim.

IBU Muajeng, warga Kelurahan Lemahputro, Kabupaten Sidoarjo, tampak sumringah setiap kali melakukan transaksi di Bank BNI Sidoarjo di Jl. Jenggolo. Perempuan ini bertambah senang sebab dia juga terpilih menjadi tempat e-Warong.

“Transaksinya nanti pakai kartu ini di BNI,” katanya Rabu 21 Juni 2017. Kartu yang dimaksud adalah Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera yang bentuk dan fungsinya mirip ATM.
Sejumlah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terlihat dengan telaten mendampingi para penerima PKH ini dalam mewujudkan program tersebut. Baik pendampingan dalam pencarian bansos PKH maupun pendirikan e-Warong dan KUBE.

Salah seorang pendamping PKH, Aisyah Fitria Susanti, mengatakan, program E-Warong sudah ada di Wonocolo Sidoarjo. Untuk itu pendamping PKH sekarang sedang mengajukan proposal lagi untuk membentuk e-Warong di daerah lain. Salah satunya di Lemahputro.

“Proposal e-Warong KUBE jasa PKH sudah kami kirim ke Kemensos. Pendirian e-Warong KUBE jasa PKH didirikan di rumah Bu Muajeng di Kelurahan Lemahputro, dengan target sasaran 500 KPM PKH di sekitar Kelurahan Lemahputro, yaitu Kelurahan Banjarbendo, Sidokumpul, Sido Klumpuk, Magersari, dan lain-lain dan 1.000 warga penerima rastra,” kata Aisyah Rabu 21 Juni 2017.

Dana yang akan didapatkan oleh pengelola e-Warong, kata Aisyah, sebesar Rp 10 juta yang digunakan untuk keperluan renovasi toko, pembelian etalase, dan seperangkat komputer/ tablet yang terhubung ke internet. Lalu satu KUBE jasa mendapatkan Rp 10 juta yang digunakan untuk pembelian sembako dan alat-alat packing. “Semua bekerjasama dengan Bank BNI. Sekarang warga sudah terbiasa bertransaksi dengan perbankan, meski masih perlu pendamping,” katanya.

Elektronik Warung Gotong Royong (E Warong) Kelompok Usaha Bersama atau disebut E-Warong KUBE sebelumnya sudah diluncurkan oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu 17 Juni 2016. Upaya tersebut dilakukan untuk memudahkan transaksi ekonomi kepada warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah setempat.

“Penerima PKH mendapatkan kartu yang digunakan bertransaksi di warung tersebut, karena warung ini sudah terkoneksi dengan Bank BNI untuk transaksinya,” kata Mensos saat meresmikan E-Warong KUBE di Kelurahan Wonocolo, Sidoarjo.

Mensos mengemukakan, e-Warong KUBE merupakan yang kedua setelah yang pertama diresmikan di Malang dan nantinya akan terus dikembangkan di beberapa lokasi lain. Salah satunya menyusul di Mojokerto.
Dengan adanya e-Warong KUBE warga penerima PKH akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pokok yang dipasok dari Bulog karena dalam bertransaksi tinggal menggesek kartu miliknya saja.

Mensos membenarkan keuntungan lebih jauh dari program ini selain untuk pemenuhan kebutuhan pokok juga untuk kebutuhan lain seperti transaksi listrik, pulsa, dan lainnya. “Dengan demikian perlakuan pengawasan akan lebih mudah, baik itu dari tingkat kabupaten atau juga tingkat nasional karena sistemnya sudah dalam jaringan,” katanya.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) melalui program ini langsung mengembangkan jaringan layanan di kawasan-kawasan yang belum tersentuh jasa keuangan secara maksimal. Peresmian e-Warong KUBE Kurnia dan Uji Coba Pembayaran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), menurut Wakil Direktur Utama BNI, Suprajarto, dikembangkan sebagai Agen BNI 46 (Branchless Banking) agar memperoleh manfaat atau nilai tambah sebagai Agen BNI 46.

“Tambahan layanan pada Warung KUBE ini juga dapat memperluas usaha terkait dengan berbagai sarana pembayaran, seperti listrik, telepon, hingga pulsa,” katanya.

Pembentukan Agen BNI 46 merupakan salah satu bagian dari dukungan BNI terhadap program peningkatan inklusi dan literasi keuangan yang dikembangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OJK sendiri sudah meluncurkan program Laku Pandai yang direspon banyak masyarakat. Para pengelola e-Warong juga menjalankan program Laku Pandai, yang secara teknis bisa membuka bisnis jasa layanan pembayaran, mulai pembayaran listri, telepon, hingga pembelian pulsa.

Suprajarto mengungkapkan, BNI telah menyiapkan sistem penyaluran bantuan yang terintegrasi dengan menggunakan sarana IT. Dengan dukungan sistem BNI tersebut, bantuan sosial yang diterima masyarakat diperlakukan sebagai bantuan nontunai, di mana saldonya akan menjadi tabungan di BNI. Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera juga dapat difungsikan sebagai kartu debit yang dapat bertransaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Berbagai manfaat dapat diperoleh dengan penyaluran bantuan sosial melalui BNI. Pertama, bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah. Kedua, terdapat dukungan lebih dari 1.800 kantor cabang BNI dan 11.000 Agen BNI Pandai di seluruh Indonesia yang akan melayani para penerima bantuan.

“Selain itu, semua jenis bantuan sosial dapat dilayani melalui satu kartu saja,” ujar Suprajarto.
Sistem penyaluran bantuan sosial ini dapat digunakan untuk semua jenis bantuan sosial yang ada di Kemensos, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sarana Lingkungan (Sarling), Bantuan Family Support, serta Bantuan untuk Tenaga Pendamping yang ada di setiap Direktorat.

Sebelumnya, Kementerian Sosial dan BNI juga telah sukses mengaktifkan e-Warong KUBE dan Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera di Kepanjen, Malang, Jawa Timur pada 27 Juni 2016. Setelah Kota Malang dan Kabupaten Sidorajo, layanan e-Warong diluncurkan di Mojokerto, Jawa Timur. Menteri Sosial meresmikan e-Warong di Lingkungan Kemasan, RT 04 RW 02, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Sabtu (30/7/2016). (gatot susanto)