Personel Hilang, KSAL Minta Pencarian Tanpa Batas Waktu

Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) bersama Gubernur Soekarwo di Gedung Grahadi Surabaya. (GN/FAIZAL)

Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) bersama Gubernur Soekarwo di Gedung Grahadi Surabaya. (GN/FAIZAL)

SURABAYA (global-news.co.id) – TNI Angkatan Laut akan terus melakukan pencarian terhadap empat personel yang belum ditemukan, usai menangkap dan mengawal pelayaran kapal nelayan tanpa izin asal Filipina.

Hal ini diungkapkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi. “Proses pencarian harus sampai ketemu dan tanpa batas waktu,” ujarnya kepada wartawan usai bertemu Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (24/1).

Sebanyak 12 kapal yang dikerahkan untuk membantu pencarian ditambah dari Tim SAR selama 3-4 minggu ini, katanya, belum menunjukkan tanda-tanda hasil positif.

Kendati demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk mencari para personel yang hilang dengan kapalnya tersebut.

Tidak hanya di laut, lanjutnya, TNI AL juga melanjutkan pencarian di darat serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar dapat memberikan informasi terkait keberadaan empat personelnya.

“Kalau tenggelam di laut atau kapalnya pecah, namun pencarian sampai sekarang belum ada ada hasilnya. Tidak menutup kemungkinan personel yang hilang sudah ada di darat. Kami pastikan akan tetap mencarinya sampai ketemu,” ucapnya.

Sejak dinyatakan hilang pada pertengahan Desember 2016, jenderal bintang empat itu menegaskan empat personel TNI AL yang saat itu sedang bertugas belum diketahui nasibnya.

Sementara itu, pada proses pencarian, Angkatan Laut Filipina juga membantu melakukan pencarian empat personel TNI AL yang sampai saat ini belum ditemukan usai menangkap dan mengawal pelayaran kapal nelayan tanpa izin Filipina, Nurhana di perairan Talaud, Sulawesi Utara pada 13 Desember 2016.

Keempat personel TNI AL itu adalah perwira dan anggota KRI Layang-635 yang melakukan pengawalan di kapal “Nurhana” beserta tiga anak buah kapal Filipina. Mereka hilang saat melakukan perjalanan ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane di Talaud, Sulawesi Utara.

Perjalanan awalnya aman dan lancar, namun saat cuaca buruk, komunikasi terputus dan kemudian KRI Layang-635 mengejar ke posisi tim kawal, tetapi kapal “Nurhana” tidak ditemukan.(zal)