Bupati Syafii Minta Jamaah Haji Jadi Mitra Pemkab

GN/MASDAWI DAHLAN Bupati Achmad Syafii menerima kedatangan Ketua Rombongan Jamaah Haji Pamekasan KH Abd Ghafur (baju putih).

GN/MASDAWI DAHLAN
Bupati Achmad Syafii menerima kedatangan Ketua Rombongan Jamaah Haji Pamekasan KH Abd Ghafur (baju putih).

PAMEKASAN (Global News)-Bupati Pamekasan Achmad Syafii menilai jamaah haji memiliki peran penting untuk membantu pemerintah daerah. Bantuan itu berupa pemberian masukan baik yang berkenaan dengan pelayanan bagi jamaah calon haji yang akan datang maupun masalah sosial lainnya yang terjadi di masyarakat.

Achmad Syafii mengungkapkan hal itu saat dimintai tanggapan atas kedatangan jamaah haji Pamekasan yang telah tiba di dengan selamat. Jamaah haji Pamekasan pada tahun ini berjumlah 778 orang dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) II dan III. Kloter II tiba di Pamekasan Minggu malam sekitar pukul 24.00. Dan kloter III tiba di Pamekasan Senin malam sekitar pukul 19.00.

“Para jamaah haji kan punya organisasisi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI,–red). Nah mereka itu memiliki peran penting untuk membantu kami, bukan hanya soal bagaimana pelayanan haji yang baik pada tahun berikutnya tapi juga masalah sosial lainnya misalnya soal dekadensi moral anak, masalah narkoba dan lain lain,” katanya, Senin (19/9/16).

Terkait soal pelayanan bagi calon jamah haji pada musim haji tahun 2016 ini Bupati Syafii mengaku telah mendapat laporan bahwa pelayanan yang diberikan pemerintah dan khususnya panitia haji di Kantor Kemenag Pamekasan sudah makin baik. Dia berharap agar pelayanan yang baik itu tetap dipertahankan  dan perlu ditingkatkan.

“Karena itu saya minta nanti, pihak Kesra (Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, red) untuk membangun komunikasi dengan pihak Kemenag untuk menfasilitasi agar para jamaah haji melalui IPHI nya aktif memberikan masukan pada pemerintah daerah. Orang orang yang ada dalam IPHI itu adalah tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh dalam masyarakat,” jelasnya.

Di antara masalah sosial yang kini tengah mengkhawatirkan, kata Syafii, adalah laporan adanya geng-geng remaja di masyarakat. Geng-geng ini kumpulan anak muda dengan menggunakan seragam kaos hitam. Kini, lanjut Syafii,  pihaknya tengah berupaya untuk melakukan  penyelidikan tentang keberadaan geng-geng itu.

“Kami tengah melakukan pemantuan untuk cari tahu siapa geng geng itu. Kami juga akan adakan pertemuan dengan Forpimda (forum pimpinan daerah, red) untuk tukar informasi guna menemukan sikap tindakan yang harus kita lakukan. Hal hal seperti ini peran IPHI itu jugah sangat dibutuhkan, karena keberadaan anggota dan pengurus IPHI itu dekat dengan masyarakat,”  tandasnya.

Jamaah haji asal Pamekasan pada musim haji tahun ini dilepas keberangkatannya oleh Bupati Achmad Syafii di Masjid Agung As Syuhadak pada awal Agustus lalu dan diterima kedatangannya juga oleh Bupati Syafii di Masjid Agung As Syuhadak Pamekasan. Satu jamaah haji asal Pamekasan meninggal di Tanah Suci atas nama Suhmi asal Batumarmar yang tergabung dalam Kloter III. (mas/*)