Laporan Keuangan 2015 Diaudit BPK, Pamekasan Kembali Raih WTP

GN/Masdawi Dahlan Bupati Achmad Syafii didampingi Ketua DPRD Pamekasan Achmad Halili menerima penghargaan WTP dari BPK RI.

GN/Masdawi Dahlan
Bupati Achmad Syafii didampingi Ketua DPRD Pamekasan Achmad Halili menerima penghargaan WTP dari BPK RI.

PAMEKASAN (Global News)-Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia  (BPK RI) memberikan opini atau penilaian Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemkab Pamekasan tahun anggaran 2015. BPK RI menilai laporan keuangan Pemkab Pamekasan tahun 2015 sudah tepat dan masuk katagori terlaksana dengan baik.

Penilaian WTP yang diperoleh Pamekasan tahun 2015 ini merupakan yang ketiga. WTP yang pertama diraih pada laporan pengelolaan keuangan tahun 2011 dan tahun 2014 lalu. Sedangkan laporan pengelolaan keuangan pada tahun 2012 dan 2013 dapat opini Wajar Dengan Perkecualian (WDP).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Pamekasan Taufiqurrahman mengungkapkan tiap tahun, laporan keuangan APBD, sesuai dengan kewajiban UU Nomor 15, harus diaudit oleh BPK RI. Hasil audit PBK RI ada empat tingkatan. Pertama tingkat yang tertinggi yakni WTP, yang kedua adalah WDP, yang ketiga tidak wajar dan yang terakhir tidak berpendapat.

Dalam penilaian atau opini atas laporan keuangan tersebut, kataTaufiq, berdasarkan pada sejumlah kriteria antara lain kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah (SAP), ketaatan pada perundang undangan, sistem pengendalian internal dan ungkapan atau kesesuaian angka angka dalam pengelolaan keuangan tersebut.

Sekalipun mendapatkan penilaian WTP, lanjut Taufiq, tidak  berarti tidak ada temuan sama sekali.  BPK RI tetap memberikan semacam rekomendasi atau temuan yang sifatnya perlu perbaikan.  Pada hasil audit laporan keuangan tahun 2015,  kata Taufiq, rekomendasi ada namun tidak banyak, di antaranya rekomendasi atau temuan tentang pencatatan dana BOS di sekolah sekolah.

“Rekomendasi tetap ada tergantung pada kondisi, kadang kala ada rekom yang tahun sebelumnya masih saja terjadi pada tahun tahun berikutnya,  jadi tetap direkomendasikan lagi sebagai temuan. Namun yang pasti untuk tahun laporan anggaran keuangan tahun 2015 temuan itu lebih sederhana atau sedikit sekali,” terangnya.

Diraihnya penilaian atau opini WTP yang kesekian kalinya, kata Taufiq, juga bisa berpengaruh pada perbaikan kinerja pengelolaan keuangan daerah. Paling tidak akan bisa menekan atau mengurangi tentang celah celah adanya kemungkinan penyimpangan dengan sistem pengendalian intern yang bagus.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii bersyukur atas diraihnya penilaian WTP dari BPK RI tersebut. Apalagi WTP yang diraih tahun ini adalah ketiga kalinya. Dia berharap agar keberhasilan ini akan terus dapat dipertahankan pada tahun tahun berikutnya.

“Alhamdulillah laporan keuangan kita tahun anggaran 2015 masuk WTP. Ini merupaan penilaian yang kesekian kalinya kami peroleh untuk pengelolaan keuangan. Semoga juga bisa dipertahankan pada tahun tahun berikutnya. Jika mendapat WTP secara umum pengelolaan keuangan kita masuk dalam katagori baik,” akunya. (mas)