Global-News.co.id
Madura Utama

Tragis Nelayan Tenggelam Terlilit Jaring Ikan di Kapal “Berkah Jawara” Korban Meninggal di Perairan Galis

​PAMEKASAN (Global-News.co.id) – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pamekasan bersama Polsek Tlanakan, TNI-AL, tim Inafis Satreskrim dan tim medis bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait adanya kecelakaan laut (laka laut) yang mengakibatkan seorang nelayan meninggal dunia, Selasa (7/7/2025).

​Korban diketahui bernama MH (54), warga Dusun Gilin, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Peristiwa tragis tersebut terjadi di atas Kapal “Berkah Jawara” saat sedang beroperasi mencari ikan di sekitar perairan Pulau Gili Gilingan, Sumenep.

​Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., membenarkan adanya kejadian tersebut. IPDA Yoni Evan menjelaskan bahwa setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas gabungan langsung bersiaga di Pelabuhan Branta Pesisir untuk menyambut kapal yang membawa jenazah korban.

​”Begitu kapal Berkah Jawara yang membawa jenazah korban bersandar sekira pukul 10.20 WIB, petugas langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans Puskesmas Tlanakan menuju rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan medis luar (visum et repertum) oleh tim medis dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan,” ujar IPDA Yoni Evan Pratama.

​Berdasarkan hasil keterangan para saksi di lokasi, peristiwa bermula sekira pukul 07.00 WIB saat Kapal Berkah Jawara berkapasitas 30 GT yang dinahkodai oleh Subaidi bersama 11 Anak Buah Kapal (ABK) sedang melakukan penarikan jaring penangkap ikan.

​Saat berbagi tugas, korban bertugas menarik tali jaring di dekat mesin penarik. Diduga karena kurang hati-hati, tubuh korban tertarik oleh tali tampar yang dipegangnya hingga mengakibatkan korban mengalami kesulitan bernapas.

​Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan sesama ABK langsung mematikan mesin kapal dan berusaha melepaskan lilitan tali pada tubuh korban. Sayangnya, dalam perjalanan dievakuasi menuju daratan, tepatnya saat melintasi perairan laut Kecamatan Galis, Pamekasan, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka lecet pada lengan kanan korban bekas terkena gesekan tali tampar.

​Kasi Humas IPDA Yoni Evan Pratama menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menyadari bahwa peristiwa tersebut murni merupakan musibah kerja di laut.

​”Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut perkara ini lebih lanjut secara hukum. Jenazah korban juga telah dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir sekira pukul 11.30 WIB,” jelasnya.

​Melalui momentum ini, IPDA Yoni Evan Pratama juga memberikan imbauan dari Satpolairud Polres Pamekasan agar para nelayan dan pekerja laut senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan kerja saat melaut.

​”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan agar selalu berhati-hati, memeriksa kelaikan alat pengaman, serta memperhatikan faktor cuaca sebelum berangkat mencari nafkah di laut demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Kasi Humas Polres Pamekasan. (Roz)

baca juga :

BNPB Sebut Data Kasus Positif COVID-19 Tidak Sesuai

Redaksi Global News

Tri Pakarta Semakin Kompetitif di Industri Asuransi

Redaksi Global News

Disediakan Ruang Observasi Representatif Bagi ODP dan PDP di Pamekasan

gas