
PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan bertekad untuk segera tuntaskan masalah stunting. Karena itu pada tahun anggaran 2023 ini dianggarkan Rp 4 miliar untuk operasional penuntasan stunting. Stunting adalah kondisi lambatnya pertumbuhan anak karena kurang gizi.
Kepala DP3AKB Pamekasan Munapik SAg MPd menjelaskan, anggaran Rp 4 miliar tersebut hanya untuk operasional 655 Tim Pendamping Keluarga (TPK), dimana setiap tim terdiri tiga orang. Total anggota TPK ada 1.965 orang yang terdiri dari unsur kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader KB dan Bidan.
Para TPK ini, katan Munapik, diberi honor sepanjang 10 bulan dengan perincian untuk penganti pulsa Rp100 ribu per individu dan honor Rp 330 ribu per tim TPK. Dia mengatakan di tiap bidang banyak yang menjurus ke penurunan stunting, namun, anggaran yang secara spesifik untuk program tersebut sekitar Rp 4 miliar.
“Tim TPK ini memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu yang baru melahirkan dan ibu yang memiliki anak di bawah lima tahun. Khusus bidan bisa langsung memberikan suntikan vitamin dan sebagainya namun untuk lainnya melalui sosialisasi dan penyuluhan,” katanya.
Wakil Bupati Pamekasan Dr Ir R.B. Fattah Jasin MS menegaskan selama kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam telah membawa banyak kemajuan yang luar biasa dalam bidang kesehatan. Salah satu kemajuan di bidang kesehatan adalah turunnya angka stunting.
“Beberapa tahun sebelumnya anak yang masuk kategori stunting mencapai angka 38 persen lebih, kini turun drastis tinggal 8 pesen. Pamekasan adalah daerah yang hampir bebas dari stunting,” kata Fatah Jassin saat memberi sambutan dalam acara Launching Buku Iddah, karya Ibu Nayla Baddrut Tamam di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, beberapa waktu lalu.
“Kalau selama ini Pamekasan jumlah penduduk stuntingnya 38 sekian persen, ternyata hasil survey dari Lembaga yang ada di bawah Kemenkes, perminggu lalu dari 38 persen penduduk stunting itu kini tinggal 8 persen,” katanya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansori mengimbau agar anggaran tersebut benar-benar dimaksimalkan untuk menuntaskan stunting. Keberadaan ratusan tim tersebut harus bisa memberikan kontribusi maksimal bagi penurunan stunting, sehingga masyarakat semakin sadar, pentingnya merawat anak dengan baik.(mas)

