
LAMONGAN (global-news.co.id) – Koordinator Otonom Lamongan I berhasil dengan sukses menggelar Refreshing Teknik Gerakan Tingkat Dasar di halaman Sekolah Alam Citra Insani, Lamongan, Minggu (16/1/2022) pagi. Diikuti sekitar 100 anggota Ling Tien Kung, mereka mendapat arahan langsung dari Ketua Umum MPET2 Brigjen Pol (Pur) Edy Prawoto SH., MHum dan I Me, Kepala Teknik Ling Tien Kung MPET2 (organisasi yang menaungi Ling Tien Kung).
I Me tidak hanya memberikan arahan, tetapi seluruh gerakan teknik tingkat dasar dikupas tuntas di acara tersebut. Setiap gerakan demi gerakan diperagakan langsung oleh I Me, sehingga para peserta antusias mengikuti.
Dengan sejumlah peraga dari instruktur Lamongan I, I Me menunjukkan sejumlah gerakan yang benar dan gerakan yang salah.
Dari sejumlah instruktur yang ikut acara Refreshing Teknik Gerakan Tingkat Dasar ini, masih ada yang salah gerakannya. Juga demikian dengan calon instruktur. Terutama gerakan Derap Kuda.
“Saya mengapresiasi langkah yang diambil Pak Firdaus dengan mengadakan refreshing, tetapi isinya pemantapan gerakan tingkat dasar. Dengan demikian, kita bisa memperbaiki langsung. Kalau gerakan yang salah ini terus menerus dibiarkan, akhirnya bertambah banyak yang melakukan gerakan yang salah,” kata I Me.

Teknik gerakan dasar inilah, katanya, merupakan ilmu murni Ling Tien Kung. Tingkat dasar ini diciptakan langsung oleh Lao Shi. Sementara tingkat menengah sebagai pelengkap.
“Sangat salah, bila kita mengejar latihan tingkat menengah, sedangkan tingkat dasar, kacau balau,” kata I Me.
Sementara itu, acara yang pertama kali diadakan oleh Koordinator Otonom Lamongan I mendapat sambutan positif dari pesertanya.
“Saya senang. Apalagi Ibu I Me yang terjun langsung. Ini sungguh bermanfaat. Terutama bagi saya sebagai calon instruktur. Ternyata sejumlah gerakan saya masih ada yang kurang benar,” kata Subagio, salah seorang peserta.

Hal senada juga dikatakan Sofia, salah seorang instruktur. “Ini yang saya tunggu-tunggu. Ibu I Me hadir di Lamongan sangat bermanfaat. Mengapa? Ternyata sejumlah gerakan saya masih ada yang kurang sempurna. Saya yakin di tempat lain juga begitu. Saya salut lah acara seperti ini. Refreshing, tetapi mendapat ilmu langsung dari Kepala Teknik Ling Tien Kung,” katanya.
Firdaus, Ketua Koordinator Otonom Lamongan I menjelaskan, sengaja pihaknya membuat acara lain daripada yang lain, yakni refreshing yang lebih banyak berlatih. Bukan hura-hura.
“Saya yakin ini manfaatnya luar biasa. Saya mendapat acungan jempol dari sejumlah anggota. Ini artinya, mereka senang acara seperti ini,” katanya.
Dari Lamongan I hadir sekitar 100 orang terdri dari, 49 anggota calon instruktur dari berbagai sasana, selebihnya instruktur dan pengurus. Hingga kini, Lamongan I menaungi 40 sasana dengan total anggota 1.918. Sebelum pandemic lebih dari itu jumlah sasananya.
Instruktur Terdepan

Sementara itu, Brigjen Pol (Pur) Edy Prawoto, SH,.MHum, Ketua Umum MPET2 dalam sambutannya mengatakan, apa yang dilaksanakan oleh Koordinator Otonom Lamongan I lain daripada yang lain. Ini pertama kalinya mungkin dilaksanakan di lingkungan kita.
Acara refreshing, tapi lebih banyak diisi pemantapan teknik tingkat dasar. “Saya lihat sendiri para peserta begitu antusias ketia Ibu I Me memberikan pelajaran dan memperagakan satu demi satu gerakan tingkat dasar. Dengan adanya acara ini, berarti fungsi coordinator berjalan sesuai dengan yang diamanahkan Peraturang Ling Tien Kung sesuai Pasal 10,” katanya.
Di antara fungsi itu, kata dia, dalam menjalankan fungsinya coordinator mempunyai tugas antara lain: Menjaga kemurnian teknik gerakan Ling Tien Kung secara tepat dan berkelanjutan. Mengembangkan jangkauan pelayanan Ling Tien Kung tingkat dasar di wilayah kerja dan sekitarnya.
Koordinator wajib menjaga kesatuan dan persatuan. Dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kemurnian teknik gerakan Ling Tien Kung secara tepat dan berkelanjutan. Menyelenggarakan aktifitas latihan Ling Tien Kung tingkat dasarsecara teratur dan berkelanjutan dengan mengacu kepada aba-aba secara cermat yang diciptakan Lao Shi.
Koordinator melakukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan terhadap kualitas teknik gerakan Ling Tien Kung dalam sasana atau institusi/instansi (bagi koordinator khusus) yang ada di bawah koordinasinya.
Melihat itu semua, kata Edy, dalam mengimplementasikan Visi Ling Tien Kung, Making People Healty, peran instruktur sangat vital.
“Seperti acara yang digelar hari ini, masih terdapat sejumlah instruktur yang kurang pas gerakannya. Kalau instrukturnya salah dalam memberikan pelajaran gerakan, nantinya kan kurang bagus juga untuk selanjutnya. Saya harap acara seperti terus berkelanjutan. Terutama masalah teknik tingkat dasar,” katanya.
“Koordinator yang lain, saya harap juga melaksanakan acara seperti ini. Pusat siap mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk memberikan pelajaran,” kata Edy yang juga Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara) itu.
Di penghujung acara dilaksanan dialog. Sejumlah peserta menanyakan hal-hal terkait garakan hingga sejumlah penyakit yang diderita sejumlah peserta.
Edy Prawoto dan I Me menjawabnya satu per satu sesuai tuntunan ajaran Ling Tien Kung. Acara ditutup dengan foto bersama.
Dalam kesempatan itu, dari Koordinator Lamongan I hadir Firdaus dengan jajaran pengurusnya, Dr. Deddi Nordiana (Direktur Yayasan Citra Fadmah, Sekolah Citra Alam Insani). Dari MPET2 hadir Edy Prawoto, I Me, Erfandi Putra dan Agnes. (Erfandi Putra)

