Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Menjaga Kesehatan Tubuh Lewat Terapi Hiperbarik Oksigen

terapi terapi hiperbarik oksigen
Terapi hiperbarik oksigen

SURABAYA (Global-News.co.id) – Cantik atau awet muda tidak cukup hanya dari penampilan luar saja, tapi juga harus dibarengi dengan yang dari dalam yaitu kesehatan badan kita. Untuk itu masyarakat kini semakin sadar dengan menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah penuaan dini, mulai dari olah tubuh atau olahraga, menjaga makanan dan treatment lainnya.

Salah satu yang kini diminati masyarakat perkotaan dalam upaya menyehatkan badan adalah terapi hiperbarik oksigen (hyperbaric oxygen theraphy/HBOT). HBOT sendiri merupakan terapi oksigen bertekanan tinggi yang berfungsi meningkatkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Awalnya terapi menghirup oksigen ini diperuntukkan mereka yang usai melakukan kegiatan menyelam.

“Setelah menyelam itu kan ada efek samping decompression. Terapi ini untuk menetralkan efek samping tersebut,” terang Lestari Wijaya, dokter aestetik dari Profira Klinik Pakuwon Square.

Teknologi ini, lanjutnya, dikenal mendukung proses perbaikan sel tubuh, mengurangi peradangan, merangsang pembuluh darah baru, serta menghambat pertumbuhan bakteri baru. Karena itulah HBOT ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bagian dari wellness yaitu proses aktif untuk mencapai keseimbangan holistik (fisik, mental, dan emosional) lebih dari sekadar tidak sakit, anti aging, medical recovery, serta tentu saja recovery support dari aktivitas menyelam.

Dijelaskan, melalui terapi ini level oksigen dalam darah mengalami peningkatan yang berlipat-lipat. Oksigen ini akan disebarkan ke seluruh jaringan tubuh kemudian masuk ke dalam sel-sel dan bekerja pada inti dari sel badan. Kalau dianalogikan, inti sel atau mitokondria itu seperti baterainya sel.

Seiring pertambahan usia, metabolisme kita melemah, baterai pun akan menurun kekuatannya atau melemah Penambahan oksigen akan bekerja mengakselerasi memberikan efek merangsang pada sel badan kita untuk berdeferensiasi memperbaiki diri, untuk selanjutnya menggusur jarigan-jaringan tubuh yang rusak.

Mengapa jadi fitur treatmen anti aging? Lestari menyebut di kulit terdapat sel fibroblas. Fibroblas adalah sel utama dalam jaringan ikat yang memproduksi matriks ekstraseluler (kolagen, elastin), untuk menopang, menghubungkan, dan menjaga struktur jaringan tubuh. Sel ini berperan vital dalam penyembuhan luka, peradangan, dan perbaikan jaringan

Melimpahnya oksigen dalam darah yang akan memercepat regenerasi sel-sel yang mengaktifkan kolagen dan elastin. Keduanya berperan dalam menyehatkan kulit kita, sehingga jadi lebih muda.

Terapi oksigen mampu menumbuhkan pembuluh darah baru. Dia mengibaratkan pembuluh darah itu sebagai jalan tol, bila ada penyumbatan dalam pembuluh darah akan menyebabkan jaringan tidak teraliri nutrisi sehingga rusak. Dengan adanya pembuluh darah baru, jaringan yang rusak itu bisa teroksigenisasi mendapatkan nutrisi kembali sehingga mengalami perbaikan.

Proses penuaan tidak lepas dari inflamasi karena adanya stres, kelelahan yang berlebihan akibat perjalanan, bekerja atau olahraga. Tumbuhnya pembuluh darah baru akan membuat jaringan yang mengalami inflamasi jadi terecovery.

Terapi oksigen ini juga bermanfaat bagi penderita diabetes, stroke, autoimun, autis, atau mereka yang baru menjalani operasi.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan setelah treatment antara lain tubuh terasa jadi lebih rileks, kualitas tidur jadi lebih baik, fokus dan produktivitas tetap terjaga. Manfaat ini juga diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut terapi hiperbarik oksigen ini sebagai treatment pelengkap dari berbagai treatment yang ada.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan setelah treatment antara lain tubuh terasa lebih rileks, kualitas hidup jadi lebih baik, fokus dan produktivitas tetap terjaga, serta membantu meredakan pegal dan nyeri ringan. Alif salah satu dari sekian banyak orang yang sudah merasakan terapi ini. Dia mengaku, pasca dirawat di rumah sakit akibat vertigo dirinya disarankan menjalani terapi hiperbarik oksigen. Karena merasa jadi lebih segar, lebih rileks, dan lebih berstamina, dia jadi rutin menjalaninya. “Nggak ada ketentuan harus berapa kali, sak sukanya saya,” ujarnya.

Lestari menyebut, treatmen hiperbarik oksigen untuk keperluan wellness atau perbaikan stamina disarankan dilakukan 4 sampai 5 kali berturut-turut, pada minggu berikutnya bisa dilakukan seminggu 2 kali atau seminggu 3 kali. Durasinya ada dua macam, 1,5 dengan 2 kali hirupan oksigen dan 2 jam dengan 3 kali hirupan oksigen.

Sementara untuk kebutuhan medical, yaitu percepatan penyembuhan penyakit, SOP-nya 10 kali berturut-turut lalu istirahat 2 hari dan dilanjutkan lagi 10 hari berturut-turut. Dilakukan hingga penyakitnya stabil.

Selain HBOT, dr Lestari menyebut konsep wellness dan recovery juga bisa didapat melalui light sauna. Teknologi sauna yang dihadirkan Profira menggunakan gelombang panas alami serupa panas matahari tanpa paparan sinar UV. Teknologi ini memanfaatkan kombinasi 3 spektrum infrared yaitu near infrared, mid infrared dan far infrared dengan penetrasi berbeda mulai dari lapisan permukaan kulit hingga jaringan yang lebih dalam.

“Beda dengan sauna tradisional, light sauna ini bekerja pada suhu yang lebih nyaman dengan penetrasi panas yang lebih optimal ke dalam tubuh,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Light Sauna Wellness ini memiliki beberapa manfaat, di antaranya detoksifikasi tubuh , pereda nyeri dan pemulihan otot, mendukung metabolism tubuh, meningkatkan kualitas tidur, mendukung fungsi otak dan kognitif, serta membantu menjaga daya tahan tubuh. (ret)

baca juga :

Jelang Ramadan, Bupati Ipuk Cek Bahan Pangan di Pasar Tradisional

Nutrisi untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh si Kecil

Titis Global News

Gubernur Jatim Lepas 3.500 Ton Migor ke 17 Kabupaten/Kota