Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Ledakan Elpiji di Peneleh, Walikota Surabaya Jamin Bantuan Pengobatan Korban

Akibat ledakan elpiji di Peneleh, Walikota Surabaya menjamin bantuan pengobatan pada korban

SURABAYA (global-news.co.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjamin bantuan pengobatan bagi para korban ledakan tabung elpiji ukuran 3 kilogram yang terjadi di Jl Undaan Peneleh VI, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Jumat (31/3/2023).

“Pasti kami akan bantu, ada BPJS kami akan cover itu. Insya Allah kami akan tindak lanjuti dan bantu dengan pengobatan BPJS yang kami punya,” kata Cak Eri, sapaan akrabnya.

Ia juga meminta seluruh masyarakat berhati-hati dan tak abai pada sisi keselamatan. “Kepada seluruh warga Surabaya lebih hati-hati dan waspada,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Buyung Hidayat mengatakan peristiwa itu menyebabkan tujuh orang mengalami luka bakar antara 5 hingga 25 persen.

“Korbannya ada tujuh, salah satunya balita dan sisanya dewasa,” kata Buyung.

Tujuh korban itu, yakni M Soewono (67), Suriyah (52), Nurul Hidayati (28), M (3), Eny Latifah (38), Yuni Lestari (30), dan Titi (68).

Eny Latifah, Yuni Lestari, dan Titi merupakan karyawan katering yang dimiliki oleh M Soewono. Sedangkan tiga korban lainnya merupakan penghuni rumah tersebut.

Melalui keterangannya, BPBD Kota Surabaya menjelaskan kejadian itu bermula ketika salah satu korban tengah mempersiapkan pesanan katering, namun satu elpiji ada yang habis.

Salah seorang pegawai itu kemudian hendak mengganti tabung elpiji yang kosong itu, namun lupa mematikan api pada kompor tersebut.

Alhasil, api kemudian menyambar ke tabung elpiji yang akan diganti tersebut. Akibatnya, asap pun muncul.

Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan kebakaran diduga adanya kebocoran pada regulator elpiji.

“Ketika hendak membuat pesanan nasi kuning, elpiji habis. Kemudian hendak melakukan pergantian elpiji di salah satu kompor, namun (api) masih menyala. Karena posisi memasak di lorong, sehingga dengan cepat (api) menyambar,” ujar Dedik.

Petugas DPKP kemudian mengevakuasi lima tabung elpiji dari dalam rumah tersebut. “Saat tiba di lokasi kondisi api sudah padam,” katanya.

Selain BPBD dan DPKP, penanganan korban juga melibatkan Tim Gerak Cepat (TGC) Pusat, PMI Kota Surabaya, Polsek Genteng, dan Projopati Peneleh. (pur)

baca juga :

Dukcapil Sidoarjo Percepat Pelayanan dengan Mesin ADM

gas

Gol Injury Time Al-Jaberi Gagalkan Kemenangan Persebaya

Redaksi Global News

Jelang Pilkada Serentak 2020, Pemkot Surabaya Terima Kunker Komisi II DPR RI

Redaksi Global News