
SURABAYA (Global-News.co.id)-Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), mendapat kunjungan dari jajaran pengurus Masjid Cheng Hoo Pandaan, Pasuruan. Kunjungan ini disambut langsung oleh HMY. Bambang Sujanto (Dewan Pendiri YHMCHI), H. A Nurawi (Ketua Umum YHMCHI), dan sejumlah pengurus. Rombongan sebanyak 30 orang tersebut juga sekaligus melaksanakan shalat Jumat di Masjid Cheng Hoo, Jumat (28/11/2025).
Dalam sambutannya di ruang pertemuan YHMCHI, HMY Bambang Sujanto, menjelaskan latar belakang dirinya tiba-tiba mendirikan Masjid Cheng Hoo. Menurutnya hal tersebut tak lepas dari persahabatannya dengan sosok KH. Abdurahman Wahid, atau lebih akrab disapa Gus Dur.
“Suatu hari Gus Dur bertanya tentang rumah-rumah yang saya bangun. Kemudian beliau bilang agar saya bangun rumah Allah. Rumah-rumah itu lalu saya jual untuk bangun Masjid Cheng Hoo,” katanya.

H.A Nurawi selaku ketua umum YHMCHI, menyampaikan terima kasih atas kunjungan para pengurus Masjid Chenghoo Pandaan. Ia berharap kunjungan tersebut dapat mempererat hubungan silaturahim kedua belah pihak.
“Saya menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan ini. Semoga kita dapat saling bekerja sama dalam rangka sama-sama memakmurkan masjid,” katanya.
KH. Mushollin Muslih, Ketua Masjid Cheng Hoo Pandaan, mengatakan, hampir semua rombongan yang hadir adalah para pengurus. Mulai dari sekretaris, bendahara, bidang pendidilan, bidang peribadatan, budang PHBI dan lain sebagainya.
“Jadi kegiatan kita hari ini adalah kunjungan silaturahim. Kita ingin tukar pengalaman dan kegiatan. Semoga dengan silaturahim ini dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan. Kami sampaikan terima kasih atas sambutan meriah para pengurus YHMCHI,” katanya.
Dalam kesempatan ini pula, sejumlah pengurus Masjid Cheng Hoo Pandaan juga menyempatkan waktu untuk mencoba Terapi Longevitology sebelum kembali ke Pasuruan. Terapi yang memanfaatkan energi alam untuk penyembuhan dan kesehatan tersebut, rutin digelar usai shalat Jumat di halaman Masjid Cheng Hoo.
“Alhamdulillah. Keluhan kaki kebas-kebas mulai berkurang. Mungkin perlu terapi hingga dua atau tiga kali, semoga berjodoh sembuh,” kata
KH. Mushollin Muslih yang mencoba terapi.
Ongko Digdoyo, Ketua Longevitology Jatim, mengatakan, siapapun boleh untuk menikmati terapi tanpa dipungut biaya.
“Kebetulan untuk Jumat kali ini ada kunjungan silaturahim pengurus Masjid Cheng Hoo Pandaan ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Mereka tertarik untuk mencoba diterapi. Dan kita diundang untuk Baksos di Cheng Hoo Pandaan nanti 21 Desember,” katanya. (Tamam Malaka)

