Global-News.co.id
Madura Utama

Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan: Masyarakat Madura Harus Jadi Subjek Bukan Objek

Ketua DPRD Sampang H. Rudi Kurniawan tegaskan mayoritas tenaga kerja yang diserap putra-putri Madura.

SAMPANG (Global-News.co.id) – Masuknya investasi dari Tiongkok ke Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan disambut baik pimpinan DPRD Sampang. Namun, ada catatan tegas yaitu lapangan kerja harus diprioritaskan untuk putra-putri Madura.

Rencana relokasi sejumlah pabrik Tiongkok ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta kerja sama dengan Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Ketua DPRD Kabupaten Sampang, H. Rudi Kurniawan, menegaskan bahwa investasi tersebut harus menjadi titik balik kemajuan ekonomi Pulau Madura.

“Kami menyambut baik rencana relokasi industri dari Tiongkok ke Madura. Ini peluang besar. Tapi catatan penting kami, Madura jangan hanya dijadikan lokasi pabrik. Masyarakat harus menjadi subjek, bukan objek. Mereka harus dilibatkan dalam setiap tahapan, mulai dari pembangunan sampai operasional,” ujarnya Jum’at (14/8/2026).

Politisi Partai NasDem itu menyoroti persoalan klasik investasi di daerah. Menurutnya, selama ini banyak industri masuk tapi tenaga kerjanya didatangkan dari luar.

“Ke depan itu tidak boleh terjadi lagi. Kami minta ada komitmen tegas dari investor dan pemerintah bahwa mayoritas tenaga kerja yang diserap adalah putra-putri Madura,” tegasnya.

Agar masyarakat siap, Rudi meminta pemerintah segera menyiapkan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.

“SMK, politeknik, balai latihan kerja harus segera disinergikan. Jangan sampai saat pabrik sudah jalan, anak-anak Madura belum siap. Kita harus bergerak dari sekarang. Latih, sertifikasi, dan siapkan mereka,” katanya.

Selain SDM, efek ekonomi dari investasi juga harus menyentuh UMKM.

“Warung, konveksi, jasa angkut, sampai supplier bahan baku lokal harus diberi ruang. Jangan sampai UMKM kita hanya jadi penonton. Mereka harus naik kelas jadi mitra industri,” jelasnya.

Rudi juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, pelabuhan, listrik, dan air bersih.

“Tanpa infrastruktur yang memadai, investasi sebesar apa pun akan terhambat. Ini menjadi PR bersama Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten di Madura untuk mempercepat pembenahan,” ungkapnya.

Sebagai Ketua DPRD Sampang, ia memastikan lembaganya akan mengawal ketat proses investasi ini agar berjalan transparan dan berpihak pada rakyat.

“Tujuan akhirnya satu: mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, dan membuat Madura punya daya saing ekonomi baru di Jawa Timur,” pungkasnya.

Dalam kerja sama tersebut, sejumlah klaster industri dari Tiongkok akan dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura. Di antaranya industri cokelat, matras, tekstil, benang, dan manufaktur padat karya lainnya.

Kawasan ini ditargetkan menjadi pusat manufaktur, logistik, dan energi ramah lingkungan yang mampu membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Madura. (Sof)

baca juga :

Kirim Mahasiswa KKN ke Pamekasan, UI Kepincut untuk MoU dengan Pemkab

gas

Cegah Penyebaran COVID-19, Kemen PAN RB Larang ASN Mudik

Redaksi Global News

Setelah DKI dan Jabar, Sri Mulyani Sebut Jatim dan Jateng Bisa Ajukan Pinjaman

Redaksi Global News