Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Guru Besar Universitas Ciputra Sarankan Maksimalkan Peran UMKM Jaga Perekonomian 2024

SURABAYA (global-news.co.id) –  Guna menjaga perekonomian tetap stabil hingga tahun 2024, Pemerintah diminta memaksimalkan peran  usaha mikro kecil menengah atau UMKM. Termasuk perekonomian Jawa Timur.
Guru Besar Doktoral of Management & Entrepreneurship Universitas Ciputra, Prof Dr Murpin Josua Sembiring SE MSI Bu saat menjadi Keynote Speaker dalam Talkshow HUT ke-34 Harian Surya di Dyandra Convention Center, Kamis (9/11/2023), mengatakan,  untuk menguatkan UMKM ini pemerintah perlu menguatkan UU Omnibuslaw UU Ciptakerja No. 11 tahun 2020. Dia pun menyarankan dengan menindaklanjuti undang-undang ini sampai ada peraturan daerahnya, peraturan gubernur dan juga peraturan walikotanya.
“Jatim ini terkenal dengan provinsi koperasi dan UMKM lho, tetapi saya belum melihat tindak lanjut Undang-undang Nomor 10 di daerah sampai provinsi, walikota,” ujarnya.
Dalam Talkshow yang mengangkat tema Menjaga Ekonomi Tetap Stabil Hingga 2024 itu dia pun mendorong adanya kerjasama dengan ritel-ritel yang berdiri di daerah agar bisa menggandeng dan memasarkan produk UMKM. Sehingga  IUTM (izin usaha toko modern) wajib menunjukkan proposal kerjasama dengan UMKM sekitar sebelum izin operasional diterbitkan.
Total UMKM di Jawa Timur sebanyak 9,78 juta. Pada 2021 baru ada 44 persen UMKM yang go digital, Agustus 2022, lebih dari 50 persen UMKM telah go digital. Serta ada 4 juta pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Provinsi Jawa Timur disebut telah go digital. “Mereka telah menjual dan memasarkan barangnya di e-commerce,” katanya.
Sementara itu, terkait tahun pemilu, Prof Murpin menilai pola yang sama, bahwa pemerintah akan tidak terlalu jauh untuk investasi fisik.
Tetapi hal ini tidak signifikan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
“Kira-kira prediksi saya, pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 perlu mencapai satu sampai dua persen untuk mempertahankan kestabilan perekonomian,” ujarnya.
Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, pemerintah provinsi harus memberikan dukungan dn memberi semangat pada UMKM.
Kondisi di Jatim menurutnya mungkin saja konsumsi naik, tetapi investasi di Jatim potensi turun drastis sehingga memang tahun depan 2024 pertumbuhan ekonomi Jatim tidak bisa di 5,24 persen bisa jadi turun menjadi 5 persen atau 4,9 persen. (fan)

baca juga :

Walikota Surabaya Sebut Sistem Kerja Jajaran Pemkot Mampu Atasi Banjir

Redaksi Global News

Walikota Surabaya Larang SD-SMP Negeri Tambah Jumlah Kelas

Redaksi Global News

Gubernur Khofifah : Terima Kasih Masyarakat Jawa Timur

Redaksi Global News