Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Mataraman Utama

Gelar BPJS Gathering, Kacab. BPJS Ketenagakerjaan Madiun Paparkan Capaian UCJ Tahun 2026

 

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum saat memaparkan capaian target UJC tahun 2026 dalam acara BPJS Gathering, Selasa (23/6/2026)

MADIUN  (Global-News.co.id) – Pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dari tiga wilayah yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan, untuk Kota Madiun menempati urutan tertinggi yakni sebesar 48,98 % per 30 Mei 2026. Sedangkan untuk Kabupaten Magetan masih rendah yakni 20 %. Namun akan terus berjalan sesuai target pemerintah tahun 2045 sebesar 99.95 %.

Demikian disampaikan oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum saat acara BPJS Gathering bersama awak Media di Kota Madiun pada Selasa, 23/6/2026.

Sevy Renita menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan berbeda. BPJS Kesehatan mencakup seluruh masyarakat Indonesia.

“Kalau BPJS Ketenagakerjaan hanya mereka yang berpenghasilan atau ekonomi di luar TNI/Polri.” jelasnya

Lebih lanjut dikatakan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat segmen formal dan informal. Yakni penerima upah yang ada atasannya, wiraswasta (petani, nelayan dan ojek termasuk pekerja magang). Pekerja kontruksi bangunan dengan masa kerja tergantung masa proyek. Dan TKI/PMI.

” Untuk Tenega Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum keluar negeri harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.” lanjut Sevy

Masih menurut Sevy, sesuai data kunci, target UCJ untuk tiga wilayah (Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan) yakni 289.625 peserta. Peserta aktif sebanyak 206.129 sehingga terjadi Gap sebanyak 83.496. peserta.

Sedangkan klaim dan beasiswa sebanyak 10.627 kasus yakni JKK dan JKM dengan nominal Rp.124.617.613.830,-

“Untuk beasiswa sebanyak 428 anak dengan nilai nominal Rp.2.247.500.000.” ujarnya.

Sevy mengakui masih terdapat tantangan dalam memperluas cakupan kepesertaan, terutama pada kelompok pekerja bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal. Untuk itu dia terus berkolaborasi dengan Pemda, BUMD, dunia usaha, komunitas dan media. Selain itu, dia juga membuka Agen BPJS dimana saja dengan nama Perisai yang bertugas untuk memberikan sosialisasi, menerima pembayaran dan lain-lain.

” Saya berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Madiun Raya sehingga semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan hingga akhir tahun 2026.” pungkasnya. (her)

baca juga :

Tes Swab di Surabaya Capai 38.512 Orang

Redaksi Global News

BNI Serahkan Hadiah Utama Mobil Listrik Mewah Tesla kepada Pemenang Undian

Redaksi Global News

BPJS Kesehatan Tanamkan Budaya Anti Korupsi dan Anti Gratifikasi dalam Program JKN

Redaksi Global News