
KRI Nanggala pernah terlibat dalam latihan gabungan TNI AL-US Navy, CARAT-8/02 yang diadakan pada 27 Mei – 3 Juni 2002. Latihan CARAT ini berlangsung di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.
DENPASAR (global-news.co.id) – TNI resmi menyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam (sub-sunk) setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak (sub-miss) . Kapal selam TNI AL itu tenggelam di kedalaman 850 meter di perairan Bali utara.
“Saat ini kita isyaratkan dari sub-miss kita tingkatkan menuju fase sub-sunk,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/4/2021).
Operasi Search and Rescue (SAR) telah memasuki hari keempat sejak dinyatakan hilang pada Rabu (21/4/2021). Sejak awal, seluruh komponen yang dikerahkan telah bekerja semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut. Sabtu (24/4/2024) dini hari, merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen bagi seluruh ABK kapal. Namun, hingga batas akhir live support tersebut, keberadaan kapal juga tidak bisa ditemukan.
“TNI Angkatan Laut bersama Kepolisian, Basarnas, KNKT serta negara sahabat telah berupaya semaksimal mungkin mencari keberadaan KRI Nanggala-402,” ucap Yudo.
Dia menjelaskan, tenggelamnya kapal selam buatan Jerman itu ditandai dengan adanya bukti otentik berupa serpihan yang diyakini sebagai komponen milik KRI Nanggala.
Serpihan itu terdiri pelurus tabung torpedo, pipa pendingin, botol berwarna oranye yang berfungsi untuk pelumasan naik turun kapal selam, alas yang dipakai ABK, spons dan tumpahan minyak di sekitar lokasi.
Untuk langkah selanjutnya, akan disiapkan evakuasi medis untuk 53 awak KRI Nanggala. “ABK yang kemungkinan selamat akan dievakuasi ke Surabaya atau Banyuwangi,” ujar Yudo.
Dengan resmi dinyatakan tenggelam, Yudo beserta seluruh ja jajarannya menyampaikan keprihatinannya kepada Hiu Kencana, sebutan untuk awak kapal selam TNI AL. “Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini,” pungkasnya. dja, nas

