Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Dunia Sepakbola Menangis

DUKA menyelimuti dunia persepakbolaan di tanah air. Pertandingan Arema FC melawan Persebaya dengan berkesudahan 2-3 untuk Persebaya menyisakan kesedihan. Kepiluan hingga ratapan. Betapa tidak, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang itu menimbulkan kerusuhan yang mengakibatkan setidaknya 132 penonton tewas.

Kita tak habis pikir, pertandingan yang hanya ditonton oleh suporter Arema FC itu, dapat menimbulkan kerusuhan yang dahsyat. Sebanyak 132 penonton tewas sia-sia. Semua meratap. Keluarga yang tewas meratap. Bahkan dunia pun meratap. Terlepas siapa yang salah, yang jelas ini tragedi kemanusian. Tidak hanya menguncang tanah air, tetapi dunia.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) turut berduka atas musibah kericuhan suporter yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pasca-laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10). Akibatnya, kejadian menewaskan 132 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 (kini total jadi 132) orang, sauadara-saudara kita dalam tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur,” kata Jokowi dalam keterangan resminya melalui kanal Youtube, Sekretariat Presiden, Minggu (2/10).

Dunia persepakbolaan juga berduka atas tragedi di Kanjuruhan itu. Sepakbola dunia bersatu pada hari Minggu setelah pihak berwenang Indonesia mengatakan bahwa setidaknya 174 orang tewas tersebut.

“Sedih mendengar kejadian di Stadion Kanjuruhan di Indonesia tadi malam. Berita mengejutkan,” kata mantan bintang Inggris Wayne Rooney .

“Memilukan. Pikiran kami bersama para korban dan keluarga mereka,” katab bek Spanyol Sergio Ramos

“Pikiran saya bersama semua orang yang terkena dampak tragedi ini. Indonesia memiliki tempat khusus di hati saya,” kata kapten wanita Inggris Leah Williamson.

“Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada para korban, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampak,” kata Manchester United.

“Kami sangat sedih mendengar peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Pikiran kami bersama semua yang terkena dampak, ” kata Manchester City.

“FC Barcelona berduka atas peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia dan menolak semua tindakan kekerasan baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Barcelona.

“Hari yang kelam bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan tragedi di luar pemahaman,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino.

Tak ada lagi kata-kata yang harus kita ucapkan, kecuali “ini harus yang terakhir”. Jangan ada lagi kejadian seperti ini. Bagaimana caranya? Silahkan para stakeholder menyelesaikan dengan arif dan bijaksana. Lebih penting lagi usut tuntas tragedi yang memilukan ini. (*)

baca juga :

Mencari Solusi PMK

Kemarau Panjang

Pakaian Adat di Istana

Redaksi Global News