Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Pantura Utama

DLH Bojonegoro Pantau Penanganan Dampak Kebocoran Pipa Minyak

DLH Bojonegoro melakukan pemantauan penanganan dampak kebocoran pipa minyak di Desa Tambakromo, Kec Malo, Kab Bojonegoro

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pemantauan penanganan dampak kebocoran pipa minyak milik Pertamina EP Field Cepu. Kebocoran itu terjadi di Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/9).

Kasi pengaduan dan penaatan hukum lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Insiyah, dari pantauan yang dilakukan, pihaknya juga bertemu dengan tim Pertamina EP Field Cepu. Pihaknya melihat langsung dampak luberan yang mencapai 115 meter itu.

Menurutnya, sudah ada tindakan dari pihak Pertamina dengan melakukan peresapan minyak bercampur air menggunakan alat yang telah disiapkan. “Supaya minyak dan air itu bisa terpiasah,” jelasnya.

Selain itu, Pertamina sudah melakukan pembuatan tanggul supaya tidak meluber juga dilakukan penyedotan minyak bercampur dengan air. “Disedot dan diangkut,” kata dia.

DLH akan menunggu laporan dari Pertamina EP Field Cepu. Terkait dengan progress setelah adanya kejadian tersebut. “Komitmen dari Pertamina, akan mengujikan tanah yang bercampur minyak tadi. Lalu dilampirkan dalam laporan ke KLH dan tembusan ke DLH,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan rekomendasi kepada Pertamina, supaya memberikan laporan perkembangan serta penanganan B3 yang berada di dalam kantong. “Harus diproses sesuai prosedur,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, memperbaiki sampai selesai dan bersih sama sekali dari tumpahan minyak. Untuk pembersihan sungainya harus seperti semula. “Bersih tidak ada sisa-sisa,” katanya.

Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11, Ahmad Setiadi, menyatakan, dalam penangan dampak luberan minyak tersebut, sudah dibuat tanggul penahan supaya aliran minyak tidak sampai jauh. “Sudah bikin oil boom, serta mengarahkan vacum truck untuk mengambil sisa-sisa minyak,” tandasnya.

Jika tidak bisa menggunakan alat berat,  lanjut dia, akan dilakukan secara manual. “Alhamdulillah dari hari pertama bersih. Tetap kita maksimalkan lagi. Tim masih kerja ngumpulin tanah sisa ceceran minyak,” ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pihak Desa Tambakromo dan warga yang ikut membantu pembersihan lingkungan. Warga juga ingin, wilayahnya segera bersih.

Gerak cepat penanganan terhadap ceceran fluida terlihat sejak hari pertama terindikasi adanya ceceran, tim penanganan langsung melakukan penghentian pemompaan dan penutupan block valve di dekat lokasi agar aliran seketika dapat dihentikan.

Selain itu dilakukan penyekatan sungai yang kondisinya memang cukup kering agar ceceran fluida dapat dilokalisir. Koordinasi dan prosedur pelaporan kepada SKK Migas dan stakeholders lainnya juga terus dilakukan. (rno)

baca juga :

Hingga 2022, PDAM Surabaya Pasang Master Meter di 185 Titik

Kasus Kekerasan Seksual, MSAT Divonis Tujuh Tahun Penjara

Redaksi Global News

Pemkot Surabaya Keluarkan Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan Menghadapi Musim Penghujan

Redaksi Global News