
SAMPANG (Global-News.co.id) – Arena Bola Basket Sampang Sport Center (SSC) yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan publik.Terdapat kerusakan pada sarana olahraga dan infrastruktur lapangan yang tidak layak dipakai, Senin (20/04/2025).
Pantauan di lokasi, terdapat ada beberapa sarana yang mengalami kerusakan, seperti besi tiang penyangga berkarat, jaring patah dan kontruksi lapangan yang keras.
Seorang warga dan pecinta olahraga Bola Basket, Suhaili, mengungkapkan keluhannya dan merasa tidak nyaman untuk berolahraga di SSC. Kontruksi lapangan yang keras membahayakan atlet saat berolahraga bola basket dan bisa mengakibatkan luka jika jatuh.
Ditambah besi tiang penyangga jaring yang sudah berkarat, serta jaring yang patah membuat pemain tidak bisa bermain dengan nyaman.
“Para pemain berhati-hati jika bermain disini, takut jatuh akibatnya bisa fatal dan bisa cedera akibat kerasnya infrastruktur lapangan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Sampang, IPTU Iwan Suhadi S.H., melalui Sekretaris Perbasi Sampang, Tommy Adhinatha, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait kerusakan fasilitas di arena lapangan bola basket. Namun, karena terbatasnya anggaran kami tidak maksimal untuk memperbaiki keseluruhan fasilitas yang rusak tersebut.
“Kami sudah mengecek dan memperbaiki jaring yang rusak dengan anggaran seadanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tommy menjelaskan bahwa dengan keterbatasan anggaran ini, Perbasi belum maksimal menjalankan agenda keorganisasian dan pemeliharaan berkala.
Namun, komunikasi intens terus diupayakan ke KONI dan Disporabudpar agar dapat solusi untuk perbaikan demi kemajuan olahraga basket di Sampang.
“Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan dinas terkait, kami siap memajukan olahraga basket dan disegani semua kalangan, baik anak-anak, remaja dan orang dewasa,” terangnya.
Ditambahkan Tommy, menegaskan bahwa Perbasi Sampang akan terus berupaya meningkatkan perbaikan, baik dari infrastruktur lapangan yang standart, pembinaan atlet, dan turnamen.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa olahraga bola basket merupakan olahraga minoritas di Kabupaten Sampang. Akan tetapi, Perbasi berharap KONI dan Disporabudpar berkolaborasi dan saling mendukung untuk kemajuan olahraga bola basket kedepan.
“Kolaborasi yang baik dan saling mendukung sangat penting untuk memajukan olahraga bola basket, sehingga olahraga ini banyak digemari masyarakat,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Disporabudpar, H. Marnilem, mengatakan bahwa sangat prihatin melihat banyaknya sarana olahraga yang rusak di SSC. Untuk saat ini, belum ada anggaran untuk memperbaiki itu, bahkan tadi saya sudah mencarikan dana dari pihak ke-3 berupa CSR.
“Tadi saya hubungi pihak dari bank mandiri, agar bisa bantu perbaiki kerusakan di lapangan basket. Tetapi, masih belum ada jawaban yang jelas,” jelasnya.
H. Marnilem juga menegaskan bahwa dari pihak Dispora sendiri, belum ada anggarannya karena efisiensi dari Pemerintah Pusat.
“Kantor Disporabudpar sendiri, aturannya jikalau ruangan Kadis tidak ditempati lampu dan AC harus dimatikan untuk efisiensi anggaran,” pungkasnya. (Sof)

