
SAMPANG (Global-News.co.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari skala Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) hingga skala Besar di wilayah Sampang, untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Sensus Ekonomi yang dilaksanakan BPS setiap 10 tahun sekali ini bertujuan untuk memotret seluruh kegiatan ekonomi secara utuh dan komprehensif, tanpa terkecuali.
Kepala BPS Kabupaten Sampang, Bobby Eko Heri Mulyadi, S.ST., M.Si., menegaskan bahwa sinergi antara UMKM dan usaha besar sangat vital bagi terbentuknya ekosistem perekonomian yang kuat.
“Jika tidak terdata secara lengkap, baik itu UMKM di pelosok desa maupun industri berskala besar, maka kebijakan dan program pembangunan pemerintah berpotensi tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya, Jum’at (7/8/2026).
Menurutnya, baik UMKM maupun usaha besar memiliki kontribusi dan peran krusial yang tidak dapat diabaikan karena tiga hal utama: Menyerap Tenaga Kerja Berskala Luas. UMKM menjadi pahlawan penyerap tenaga kerja lokal di akar rumput, sementara usaha besar membuka lapangan kerja dalam jumlah masif. Keduanya berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran.
Menjaga Ketahanan Ekonomi dan Menggerakkan Investasi. UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi yang tahan banting di masa krisis, sedangkan usaha besar berperan sebagai motor penggerak masuknya investasi dari dalam dan luar daerah.
Membangun Rantai Pasok (Supply Chain) yang Terintegrasi. Keduanya menciptakan ekosistem yang saling melengkapi, di mana usaha besar seringkali menjadi inti rantai pasok yang menggerakkan UMKM sebagai pemasok bahan baku, penyedia jasa pendukung, hingga distributor ke konsumen akhir.
“UMKM dan usaha besar ibarat dua sisi mata uang yang saling menghidupi perekonomian Indonesia. Karena itu, seluruh skala usaha wajib terdata dalam Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.
Bobby memastikan BPS Sampang menjaga kerahasiaan data seluruh pelaku usaha sesuai Undang-Undang Statistik.
“Data yang dikumpulkan semata-mata digunakan untuk kepentingan perencanaan pembangunan, bukan untuk kepentingan perpajakan,” jelasnya.
BPS Sampang telah menyiapkan petugas resmi yang akan turun langsung ke lokasi usaha, mulai dari pedagang kecil hingga pabrik berskala besar dengan dibekali identitas resmi dan perangkat pendataan.
“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM serta pemilik dan pengelola usaha besar di Sampang untuk kooperatif saat petugas kami datang. Mari pastikan usaha anda terdata. Dengan data yang lengkap dan benar, kita dapat bersama-sama membangun ekonomi Sampang yang lebih tangguh, maju, dan berkeadilan,” pungkasnya. (Sof)

