Global-News.co.id
Malang Raya Utama

Berziarah ke Makam Lao Shi, Shane Bersumpah untuk Mengabdi Sampai Akhir Hayat

Ziarah ke makam Lao Shi, bertepatan 7 tahun Lao Shi wafat.

MALANG (Global-News.co.id) – Pengurus Ling Tien Kung Indonesia bersama sejumlah senior Puslatbang Ole-Ole Surabaya melakukan ziarah ke makam Lao Shi (guru besar, penemu ilmu terapi Ling Tien Kung), di pemakaman Sentong Baru, Lawang, Kab. Malang, Kamis (8/1/2026) siang. Ziarah yang diikuti 32 anggota Ling Tien Kung itu bertepatan dengan 7 tahun wafatnya Lao Shi.

Seperti diketahui, Lao Shi wafat pada 8 Januari 2019. “Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan para murid kepada gurunya untuk mengenang jasa-jasa Lao Shi,” kata Agustiawan Dinata, Sekretaris Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia, di sela-sela pelaksanaan ziarah.

Shane berdoa di makam sang kakek.

Dalam sambutannya, Penasehat Ling Tien Kung Indonesia, Shane Feldo Fuyi Widjaja mengatakan, bagi dirinya hingga kini seolah Lao Shi masih bersama keluarga. “Hampir setiap bangun tidur seolah kakek saya masih ada,” kata Shane, cucu lelaki pertama Lao Shi.

Shane mengatakan, ilmu Ling Tien Kung yang sudah diwariskan Lao Shi kepada kita semua bagi seluruh anggota Ling Tien wajib menjaganya. “Jaga kemurnian Ling Tien Kung. Sebarkan ilmu Ling Tien Kung sesuai arahan Lao Shi dengan payung atau di bawah naungan organisasi Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia (sebelumnya MPET2),” kata Shane, pemimpin tertinggi di Ling Tien Kung.

Sebagai generasi kedua pemimpin Ling Tien Kung, Shane berharap, murid-murid yang pernah dididik Lao Shi langsung atau “bertemu” Lao Shi, khususnya para senior harus mengajarkan ilmu Ling Tien Kung seperti apa yang diajarkan Lao Shi.

“Ling Tien Kung harus berjalan sesuai relnya. Jaga Ling Tien Kung. Saya bersumpah akan menjaga Ling Tien Kung sampai akhir hayat saya. Mari bersama. Mari bersatu mengembangkan Ling Tien Kung untuk menyembuhkan dan menyehatkan masyarakat,” kata Shane.

Memang banyak rintangan, katanya, tapi kita harus yakin bisa mengatasinya. Mengapa? Karena kita semua berada di pihak yang benar. Ling Tien Kung yang benar adalah Ling Tien Kung yang mendapat mandat dari Lao Shi, yakni organisasi Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia yang sebelumnya kita kenal dengan nama MPET2.

Jas Merah

Sementara itu, Ketua Ling Tien Kung Indonesia, Brigjen Pol (Pur) Drs. Edy Prawoto SH.,MHum mengatakan, pada hari ini, 8 Januari 2026 adalah tahun ke-7 Lao Shi Awiek Widjaja meninggalkan kita semua. “Mari kita doakan semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan beliau selalu ada di hati kita,” kata Edy.

Menurut Edy, kita mempunyai tanggungjawab untuk melanjutkan cita-cita mendiang Lao Shi. Apa itu? Making People Healthy. Bertolak pada kenyataan ini, jangan sampai kita melupakan sejarah. Sejarah lahirnya Ling Tien Kung hingga cita-cita Lao Shi.

“Sekali lagi Jas Merah. Jangan sekali kali melupakan sejarah. Ling Tien Kung adalah karya besar yang lahir di bumi Indonesia. Lao Shi Awiek Widjaja dengan penuh ketulusan dan keikhlasan telah mengajarkan Ling Tien Kung kepada kita semua. Dan hasilnya bisa kita rasakan semua,” kata Edy.

Edy berharap, jangan ada kepentingan dibalik tugas kita Making People Healthy. “Yakinlah, alam nanti yang akan menyeleksi keadaan ini semua,” pungkas Edy.

Dalam kegiatan ziarah tersebut, dari Ling Tien Kung Indonesia hadir Shane Feldo Fuyi Widjaja, Edy Prawoto, Agustiawan Dinata, Ie Me, Erfandi Putra dan Mbak Agnes. Sejumlah senior dari Puslatbang serta sejumlah anggota lainnya. Total peserta peziarah ini sebanyak 32 orang. Selain melakukan tabur bunga, juga dilakukan doa dan sambutan. (Erfandi Putra)

 

baca juga :

Sua PSM, Jalan Pintas Arema FC Merangsek ke Papan Atas

Redaksi Global News

Sidak Pengerjaan Saluran, Walikota Eri Minta Dikerjakan Siang Hari

Redaksi Global News

Langkah Antisipasi, Pemkot Surabaya Minta Data Pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawasan SMA se-Jatim

Redaksi Global News