
SURABAYA (Global-News.co.id – Surabaya menggelar donasi untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Acara dengan tema ”Surabaya Charity Night for Sumatera” digelar sejak Senin (15/12/2025), dan berakhir Jumat (19/12/2025). Acara ini berhasil mengumpulkan donasi Rp 5,6 miliar.
Terakhir donasi tersebut datang dari Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Yayasan Surabaya Peduli Bangsa, Yayasan Bhakti Persatuan, Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit), Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) dan Ling Tien Kung Bandung Raya. Penyerahan donasi tersebut langsung diterima Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Jumat (19/12/2025) pagi.
“Ya ini bantuan terakhir yang kita terima. Artinya, kita tutup untuk penerimaan donasi korban bencana Sumatera. Pagi ini kita menerima donasi dengan nilai Rp 1.437.128.000. Kami bangga donasi pagi ini juga datang dari Ling Tien Kung Bandung Raya. Kami ucapkan terima kasih kepada Ling Tien Kung Bandung Raya,” kata Eri.
Donasi Rp 1.437.128.000 tersebut berupa beras 10.000 pack @ 3 kg atau 30 ton, garam Cap Kapal 10.000 pack @ 250 gram, karpet 500 pcs, sarung 2.000 pcs, pembalut Wanita 600 pack, dan dana tunai Rp 937.128.000. Dari nilai tersebut, donasi dari Ling Tien Kung Bandung Raya sendiri nilainya Rp 262.128.000.

Lebih lanjut Eri mengatakan, donasi Jumat pagi merupakan kelanjutan donasi yang bertajuk”Surabaya Charity Night for Sumatera” yang digelar Senin (15/12/2025). Waktu itu, pada penutupan berhasil mengumpulkan Rp3,5 miliar dalam semalam.
Kegiatan amal yang digelar Pemerintah Kota Surabaya ini pada Senin (15/12/2025) malam dihadir ipengusaha, tokoh masyarakat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Donasi difokuskan untuk membantu warga terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh, yang masih membutuhkan dukungan pemulihan pasca bencana.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut capaian donasi itu mencerminkan kuatnya semangat gotong royong warga Kota Pahlawan. ”Kalau semakin banyak orang baik di kota Surabaya ini, InsyaAllah kita dijauhkan dari bencana. Semakin banyak yang bergerak, semoga saudara-saudara kita di Sumatera bisa segera pulih,” kata Eri.
Menurut Eri, penyaluran bantuan akan dilakukan melalui pemerintah daerah setempat agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan paling mendesak. Ia mencontohkan, di Lhokseumawe, Aceh, dibutuhkan dana sekitar Rp4 miliar untuk menyambung kembali jembatan yang terputus akibat bencana.
“Kami akan menyalurkan bantuan melalui bupati atau walikota setempat, karena mereka yang paling memahami kebutuhan warganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan dalam bentuk uang tunai dinilai lebih fleksibel karena dapat digunakan untuk kebutuhan darurat, mulai dari pangan hingga perbaikan infrastruktur vital.
Eri berharap bantuan yang dihimpun dari warga Surabaya dapat menjadi amal jariyah dan meringankan beban masyarakat terdampak bencana.“Terima kasih kepada seluruh warga dan pelaku usaha. Ini bukti Surabaya dibangun dengan kepedulian dan gotong royong,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Persatuan Hermawan Santoso mengatakan, semoga apa yang mereka donasikan pada Jumat pagi ini bisa membantu memulihkan kembali roda kehidupan di Sumatera sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Hal serupa juga dikatakan Ketua Umum YHMCHI H. Abdullah Nurawi. “Kami bersama teman-teman lainnya peduli untuk memberikan perhatian atas penderitaan masyarakat Sumatera yang tertimpa musibah banjir. Semoga apa yang kami perbuat ini dapat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata H. Abdullah Nurawi.
“Bantuan ini atau donasi ini merupakan solidaritas kita sebagai warga Surabaya. Semoga ini bermanfaat,” kata David Widodo dari Surabaya Peduli Bangsa.
Selain yang sudah diserahkan melalui Pemkot Surabaya, Ling Tien Kung Bandung Raya juga menyerahkan bantuan lagi ke lokasi bencana yang disalurkan melalui Koran Pikiran Rakyat. Bantuan sebesar Rp 25 juta diserahkan langsung oleh Bapak Budiman Halim bersama Perwakilan Koordinator Otonom Bandung 1, 2, 3, dan IKPLN.
Kepedulian ini lantaran bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera, hingga Jumat (19/12/2025), telah menelan korban 1.071 orang. Jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah mengingat masih 85 warga lainnya masih hilang dan hingga Minggu kemarin masih terus dilakukan pencarian. Rumah-rumah warga dan infrastruktur hancur. Para pengungsi yang berjumlah puluhan ribu orang membutuhkan banyak bantuan di lokasi pengungsian.
“Dalam keadaan demikian ini, paling penting kepedulian untuk membantu meringankan mereka. Bertolak pada kenyataan ini, Ling Tien Kung Bandung Raya ingin juga berbagi untuk mereka. Kami dengan penuh kepedulian tergerak untuk membantu mereka. Jangan dilihat nilainya, tetapi rasa kepedulian itu yang menjadi dasar kami untuk turut membantu keringanan masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Budiman Halim, Pembina Ling Tien Kung Jawa Barat (Jabar), Minggu (21/12/2025).
Lalu Budiman bercerita, awal mula tercetusnya Ling Tien Kung Peduli Bencana Sumatera, yakni sejumlah anggota Ling Tien Kung di Bandung bersepakat untuk turut membantu bencana di Sumatera pada 5 Desember 2025. Mereka bertemu di Rumah Makan Padang Merdeka, Bandung.
“Di sinilah tercetuslah untuk membantu bencana di Sumatera. Dengan tema Ling Tien Kung Peduli Bencana Sumatera,” katanya.
Hadir pada acara itu, perwakilan dari Koordinator Otonom (Kortom) Bandung I, II, III, Sasana Mandiri dan IKPLN Jabar. Mereka ini bersepakat untuk menggalang dana untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera.
Awalnya terkumpul dana Rp 59.620.000 dan terus bertambah. Sebagian besar dana tersebut berasal dari sejumlah anggota Ling Tien Kung. Tapi ada pula dari luar. Artinya bukan anggota Ling Tien Kung saja yang diperbolehkan untuk menyumbangkan dananya.
“Kami terbuka kepada seluruh anggota Ling Tien Kung di mana pun berada (Ling Tien Kung seluruh Indonesia). Tidak hanya anggota Ling Tien Kung di Bandung, tetapi yang merasa anggota Ling Tien Kung. Data yang ada, dari Pusat juga ada yang mendonasikan. Termasuk Bapak Shane Feldo Fuyi Widjaja, Pengawas Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia,” katanya. (Erfandi Putra)

