Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

AS, Australia dan Korsel Siap Investasi di RI Akhir Tahun Ini

 Bahlil Lahadalia

JAKARTA (global-news.co.id)  – Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadia mengatakan investasi asing yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel) akan segera masuk di akhir tahun ini.

“Itu nanti di akhir 2021 mereka sudah realisasi, berapa angkanya dan siapa perusahaannya apa nanti kita tunggu tanggal mainnya,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Dia menyebutkan juga bertemu dengan beberapa perusahaan besar. Di antaranya adalah Cargill dan Microsoft. “Kita dapat apresiasi realisasi investasi dari Cargill, Microsoft,” terangnya.

Menurutnya, investasi penting untuk pertumbuhan ekonomi, apalagi dalam kondisi sekarang. Di mana konsumsi rumah tangga yang dulunya menjadi andalan tidak bisa diharapkan lagi, seiring dengan anjloknya mobilitas masyarakat.

“Kita harus keluar untuk mendorong, menyampaikan, mempromosikan agar bisa masuk ke penanaman modal ke dalam negeri,” tandasnya.

Untuk diketahui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi kuartal II 2021 naik menjadi Rp 233 triliun. Angka tersebut naik 16,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan jika dibandingkan kuartal I 2021, realisasi investasi naik 1,5 persen. “Realisasi investasi kuartal II 2021 sejak kuartal II 2020 jauh lebih baik. Investor dalam dan luar negeri sudah terbiasa dengan keadaan Covid-19. Ini terbukti dari realisasi investasi kuartal II,” kata Bahlil.

Sementara, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 116,8 triliun lebih tinggi dari dalam negeri pada kuartal II 2021 tercatat sebesar Rp 116,8 triliun atau 52,4 persen. Angka tersebut naik 4,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan naik 19,6 persen dibanding kuartal II 2020.

Sementara untuk Foreign Direct Investment (FDI), Kementerian Investasi mencatat ada kenaikan dari 50,3 persen menjadi 52,4 persen. “Ini mengindikasikan dunia sudah merasakan bagaimana pola perubahan regulasi dan manfaat dari perubahan itu,” kata Bahlil.

Lalu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 106,2 trilun atau 47,6 persen dari total realisasi investasi Rp 233 triliun. “PMDN dibanding kuartal sebelumnya turun 1,6%, tapi angka ini masih dalam batas toleransi. Sementara jika dibandingkan tahun lalu naik 12,7%,” pungkas dia. jef

baca juga :

Idul Adha 1439 H, Semen Indonesia Grup Salurkan 167 Hewan Qurban

gas

1 Mei, Pasien Positif di Jatim Tembus 1.031 Kasus

Hanya di Irak, Pembeli Pertama Bayar Seikhlasnya

gas