
PAMEKASAN (Global-News.co.id) – Universitas Madura (Unira) Pamekasan selama dua hari mulai Sabtu (15-16/11/25) menggelar Wisuda ke 36 tahun 2025 untuk Program Sarjana (S-1) dan Pascasarjana, di Ballroom Odaita Hotel Jalan Raya Sumenep Pamekaan. 793 lulusan diwisuda dari 14 program studi yang ada di Unira.
Dari 793 wisudawan sebanyak 785 wisudawan S-1, dengan rincian program studi hukum 84 orang wisudawan. Prodi manajemen sebanyak 167 orang, akuntansi sebanyal 87 orang, administrasi public sebanyak 119 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 80 oramg.
Lalu prodi pendidikan matematika 41 orang, pendikan Bahasa Inggris 37 orang, Peternakan 53 orang, Tehnik Sipil 79 orang, Informatika 34 orang dan tehnik industri 4 orang. Sedangkan 8 orang wisudawan lainnya merupakan wisudawan program magister hukum.
Rektor Unira Dr Drs Ec Gazali MM dalam sambutannya mengatakan Unira berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas dan membantu mengembangkan potensi mahasiswa. Wisuda, kata dia, hanyalah perwujudan mimpi yang telah ditekuni dengan gigih. Ini langkah menuju dunia yang luas, tempat mereka menghadapi tantangan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah.
Wisuda tahun ini mengusung tema “Menguatkan Sinergi dan Kolaborasi Internasional untuk Unira Unggul dan Berdampak”. Tema ini, kata Gazali, tidak sekadar kata-kata atau dekorasi visual, tetapi refleksi tekad mendalam untuk menjalankan peran kunci dalam perkembangan pendidikan tinggi.
“Tema ini menjadi manifestasi konkret dari apresiasi kami terhadap perubahan strategis dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang dikenal sebagai konsep Diktisaintek Berdampak,” ujarnya.
Diktisaintek Berdampak merupakan langkah strategis dan transformatif untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Program ini hadir memastikan pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi menciptakan inovasi dan solusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Universitas Madura sangat paham akan tanggung jawab dan peran yang harus diemban dalam mencapai visi “Indonesia Emas 2045” yang dicanangkan oleh pemerintah. Kami berkewajiban untuk berperan aktif dalam mendukung peningkatan akses pendidikan masyarakat,” katanya.
Terkait dengan pengembangan infrastruktur pendidikan, perangkat pembelajaran dan program pelatihan bagi mahasiswa dan dosen Unira telah memfasilitasi partisipasi mahasiswa dan dosen dalam program-program yang ditawarkan oleh pemerintah, seperti Program Diktisaintek Berdampak.
Kaitannya dengan tema “Menguatkan Sinergi dan Kolaborasi Internasional untuk Unira Unggul dan Berdampak,” di tengah acara wisuda itu juga disampaikan berbagai prestasi, antara lain bidang
Investasi dalam Sumber Daya Manusia (SDM),
Program kampus Berdampak, prestasi dosen dan mahasiswa, pengembangan lembaga, pengembangan fasilitas, kerjasama nasional dan internastional,
Diantara program dan prestasi bergengsi tersebut diantaranya dicapai dosen dan mahasiswa.
Pada tahun 2025 Unira memiliki 18 Dosen yang berhasil mendapatkan program hibah Penelitian Dikti, 6 dosen menerima hibah pengabdian kepada masyarakat Dikti, 49 berhasil mendapatkan program hibah Penelitian Internal, 25 dosen yang menerima hibah pengabdian kepada masyarakat Internal, dan 1 dosen sebagai reviewer dewan pendidikan tinggi Kemdikbudristek.
Prestasi yang dicapai mahasiswa Unira, antara lain sebagai Awardee Peserta Terbaik Pertamina Youth Program 2025 yang diadakan oleh Pertamina. Tim Unira meraih Juara I Baznas Santri Preneur 2025 yang diadakan oleh Baznas RI. Dua mahasiswa meraih gold medal pada ajang Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional, dan BEM Unira meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2025. (mas)

