Global-News.co.id
Indeks Mancanegara Utama

Topan Phanfone Hajar Filipina

Topan Phanfone meluluhlantakkan Filipina saat libur Natal, Rabu (25/12/2019).

JAKARTA (global-news.co.id) – Topan Phanfone menerjang kawasan tengah Filipina sejak Selasa (24/12/2019) kemarin. Dampaknya adalah ribuan penduduk mengungsi dan kesulitan kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan masa liburan Natal hingga pergantian tahun.

Seperti dilansir AFP, Rabu (25/12/2019), topan itu bermula dari badai tropis. Namun, sampai saat ini dilaporkan belum ada korban akibat cuaca buruk tersebut.

Topan tersebut pertama kali menerjang Pulau Samar pada sore waktu setempat dengan kecepatan 150 kilometer per jam. Akibatnya sejumlah pohon tumbang dan memutus kabel listrik serta merusak menara pancar sinyal seluler.

“Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kerusakan rumah penduduk,” kata Gubernur Provinsi Samar Timur Ben Evardone.

Sekitar 1,700 penduduk yang bermukim di wilayah pesisir dan kawasan yang terancam banjir dan tanah longsor dievakuasi. Akan tetapi, sejumlah keluarga memutuskan tetap tinggal untuk bisa merayakan Natal di rumah mereka.

“Namun aparat setempat akan memaksa mengevakuasi para penduduk jika tidak mengindahkan peringatan kami,” kata Kepala Badan Pertahanan Sipil Reyden Cabrigas.

Topan Phanfone diperkirakan akan melintasi kawasan tengah Filipina dan mengarah ke Laut China Selatan. Badan Pengatur Transportasi Kelautan Filipina memerintahkan seluruh perjalanan kapal laut ditunda.

Selain itu, sejumlah penerbangan juga ditunda akibat topan tersebut. Hal itu membuat banyak calon penumpang gagal berangkat menuju kampung halaman mereka untuk merayakan Natal.

Tercatat ada 23 ribu penumpang kapal laut yang tidak bisa berangkat. Topan itu kemungkinan akan menyebabkan angin kencang di Ibu Kota Manila.

Menurut statistik, Filipina dihantam sekitar 20 badai dan topan dalam setahun. Gejala alam itu bisa memicu banjir sampai tanah longsor.

Dari hasil analisis Asian Development Bank pada Juli 2019, setiap dihantam badai maka membuat perekonomian Filipina mundur satu persen. Jika kekuatan badai atau topan itu lebih besar, maka diperkirakan perekonomian Filipina akan mengalami pemangkasan sebanyak tiga persen.  zis, afp

baca juga :

Dispendik Surabaya Siapkan Kelas Khusus Pelajar SD-SMP Ber-IQ di Atas Rata-rata

Redaksi Global News

Laporan dari Malaysia: Perkuat Inovasi Produk Riset, UB dan UNISMA Kunjungi Industri Kosmetik Rizuara Biotech Bhd, Sabah

gas

Peresmian Bendungan Gongseng dan Tugu, Presiden: Aktivitas Pertanian Akan Makin Meningkat

Redaksi Global News