Global-News.co.id
Mataraman Utama

Momentum Hari Pangan Sedunia, 80 Petani Milenial Kabupaten Madiun Terima KRETA dari Pemkab Madiun

Momentum Hari Pangan Sedunia, 6 orang dari 80 Petani Milenial menerima Program KRETA dari Pemkab. Madiun.
Momentum Hari Pangan Sedunia, 6 orang dari 80 Petani Milenial menerima Program KRETA dari Pemkab. Madiun.

MADIUN (Global-News.co.id) – Sebanyak 80 anggota petani milenial Kabupaten Madiun menerima kredit tanpa agunan (Kreta) dengan subsidi bunga dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Hal ini untuk memperluas akses permodalan bagi petani milenial.

Program KRETA sebagai upaya mewujudkan Petani Peternak Sejahtera (PPS) tersebut diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 dan sarasehan bertema “Petani Milenial Siap Berinovasi dan Berkolaborasi Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja” di Pendopo Muda Graha, Selasa (13/10/2026).

Bupati Madiun H. Hari Wuryanto mengatakan, KRETA dirancang untuk mengatasi keterbatasan modal petani milenial melalui pembiayaan tanpa agunan dengan subsidi bunga. Dana yang dikembalikan dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu petani lainnya.

“Biasanya kendala petani milenial adalah modal. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan agar mereka memiliki semangat dan kemampuan lebih besar untuk mengembangkan usaha,” ujar Bupati Madiun.

Selain akses permodalan, Bupati mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian. Kabupaten Madiun yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur perlu memperkuat inovasi, teknologi, dan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas padi yang saat ini rata-rata 6,8–7,2 ton per hektare, dengan target 9–10 ton per hektare.

“ Petani milenial harus mengembangkan usaha hingga pengolahan dan pemasaran produk bernilai tambah. Promosi melalui media sosial perlu diperkuat, sementara kolaborasi peternak dengan pelaku usaha kuliner didorong agar hasil peternakan lokal terserap pasar dan memberikan nilai ekonomi lebih baik.” tegas Bupati.

Kepala Dnas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Paryoto menambahkan, pertanian organik berpeluang membuka pasar bernilai jual lebih tinggi, tetapi membutuhkan standar produksi, pendampingan penyuluh, dan penguatan kelembagaan agar berkembang secara berkelanjutan.

“Pertanian organik menjadi salah satu solusi bagi petani untuk meningkatkan pendapatan karena memiliki segmen pasar khusus dengan nilai jual lebih tinggi.” tambah Paryoto.

Sementara, Ketua Petani Milenial, Agus Winoto mengapresiai langkah Pemkab. Madiun dalam membantu para anggota petani milenial dengan kredit tanpa agunan (kreta) dan subsidi bunga untuk usaha dan pengembangan usahanya. Dia menekankan kepada seluruh anggota penerima kreta agar komitmen dan serius dalam menjalankan usahanya.

“ Kredit ini sangat membantu usaha anggotanya. Semoga usahanya berhasil dan sukses sesuai harapan kita semua. Jadikan kreta ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun khususnya para petani milenial.” pungkas Agus.

Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun ini dihadiri Bupati Madiun, Wakil Bupati Madiun, dan jajaran perangkat daerah terkait serta 250 peserta, terdiri atas petani milenial, penyuluh pertanian, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pelaku usaha dan organisasi sektor pertanian. (her)

baca juga :

Korea Terbuka 2022, Jonatan Harus Puas Jadi Runner Up

Redaksi Global News

Polisi Tewas Ditembak Sesama Rekan Polisi di Lampung

Redaksi Global News

Teken MoU Dengan Kemenhub, Bupati H. Slamet Junaidi Tegaskan Pemkab Serius Membangun SDM Transportasi

gas