Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Menyanyi dan Melenggang di Pentas 3 Tahun Pentak

Fattah Jasin membawakan beberapa lagu di acara tiga tahun Pentak.
Fattah Jasin membawakan beberapa lagu di acara tiga tahun Pentak.

SURABAYA (Global-News.co.id) – Lagu ‘Pamer Bojo’ membuat pentas Perayaan 3 Tahun komunitas Pecinta Tembang Kenangan (Pentak) yang digelar di Hotel Bonnet, Surabaya, Sabtu (17/10/2026) jadi pecah menjadi meriah. Para anggota komunitas yang semula anteng langsung bangkit dari kursinya ikut berdendang dan berjoget mengikuti irama lagu yang dinyanyikan R.B. Fattah Jasin, mantan kepala Bappeda Jatim yang juga mantan wakil bupati Pamekasan.

Tak cuma Pamer Bojo, Fattah Jasin juga memanaskan suasana dengan membawakan Honky Tonk Women milik grup musik legendaris Rolling Stones.

Komunitas Pentak yang lahir di Sumenep, Madura, sebagaimana disampaikan Iskandar Novianto, bukan sekadar pecinta tembang kenangan. “Mereka ini ngumpul karena sama-sama suka menyanyi,” ujar Bibob yang pernah menjadi finalis Bintang Radio dan Televisi (BRTV) 1985 untuk jenis keroncong.

Selain Bibob, ada Merry Madjid, Ani Budiman, Rini Bahrum, Sofie, Utiek, Rini Jamal dll. Menariknya power suara mereka dalam menyanyi tidak diragukan lagi. Ini bisa diketahui, karena seluruh undangan secara bergantian menyumbangkan suara yang diiringi Yossie & friends.

Semisal Rini Bahrum, mengawali penampilannya dengan lagu berirama Melayu, Laksmana Raja di Laut. Power suara penyanyi yang dulu kerap mengisi di beberapa hotel di Surabaya ini masih tetap terjaga.

Sambutan panitia

Dijelaskan Bibob, awalnya para pecinta lagu-lagu kenangan itu hanya suka kumpul-kumpul saja terus nyanyi-nyanyi di rumah Moh Saleh di Sumenep. Dari beberapa kali pertemuan pada Agustus 2023 mereka menamakan diri komunitas Pentak.

Untuk mengasah vokalnya, saban Jumat mereka berlatih di salah satu kafe di kawasan Margorejo.

Selain menyanyi, perayaan 3 tahun terbentuknya Pentak juga dimeriahkan lomba fesyen. Dengan busana adat nusantara-nya, semua peserta melenggang bak peragawan dan peragawati. Dari penilaian tim juri yang terdiri atas Erfandi Putra, Juliati Purwani, dan Sjahrul Islam (ketua), terpilih

Sulis yang mengenakan busana ala cebing sebagai juara I, menyusul Ketut dengan busana adat Bali sebagai juara 2, dan Kedi (kakek Edy) sebagai juara 3.

Memungkasi perhelatan yang juga dihadiri wakil dari komunitas LaBamba Malang itu, Utiek –yang juga ketua panitia- berduet dengan Piping. Mareka membawakan lagu Tanduk Majeng (Ole Olang) dan Soto Madura, lagu-lagu daerah di mana komunitas ini berdiri.(ret/fan)

 

baca juga :

Terima Dubes Australia, Gubernur Jatim Tawarkan Kerjasama Vokasi dan Kemaritiman

Redaksi Global News

Mahasiswa Unair Manfaatkan Maggot BSF untuk Urai Sampah Organik

Redaksi Global News

Politisi Hura-hura, Pendidik Hidup Nestapa

gas