Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Mengenal Muasal Minuman Khas Ronde dalam Festival Dongzhi di Pakuwon City Mall

Pakar Budaya Tiongnoa, Laoshe Wu Huimeng, menjelaskan tentang tradisi minuman ronde di Tiongkok, dalam acara Festival Dongzhi di Pakuwon City Mall.

SURABAYA (Global-News.co.id) –Tak banyak yang tahu, minuman tradisional ronde yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki akar 3 ribu tahun lalu di tanah Tiongkok. Hal ini disampaikan oleh pakar budaya Tionghoa, Laoshe Wu Huimeng, dalam acara Festival Dongzhi & Hari Ibu yang berlangsung di Food Festival, Pakuwon City Mall Surabaya Timur, yang digelar oleh Peraga Indonesia dan Miss Tionghoa Indoesia, MInggu (21/12/2025).

Dijelaskan Laoshe Wu Huimeng, ronde atau disebut tangyuan dalam bahasa Tiongkok, disajikan dalam Festival Dongzhi, sebagai bentuk rasa syukur telah melewati keadaan ekstrem, seperti musim dingin yang mencapai puncaknya.

“Tradisi ini tertulis pada cangkang kura-kura, kira-kira sejak 3000 tahun lalu di era dinasti Shang,” katanya.

Ditambahkan Laoshe, setiap situasi yang ekstrem atau tidak biasa, maka orang Tiongkok akan mensikapinya dengan melakukan ibadah, sebagai bentuk komunikasi manusia kepada Tuhan.

Setelah melewati masa sulit di puncak musim dingin, bumi akan menghangat. Di sinilah makna Festival Dongzhi yang memgandung harapan lebih baik esok hari.

“Sehingga festival dongzhi adalah perayaan rasa syukur masih hidup setelah masa sulit tersebut. Ia juga adalah suatu peribadatan, suatu bentuk komunikasi manusia kepada Tuhan,” katanya.

Sampai ke Indonesia, lanjutnya, minuman ronde mengalami akulturasi dengan tradisi kuliner yang berkembang di Indonesia, namun tetap mempertahankan bentuknya yang bulat.

Nita Kartika, Managing Director Peraga Indonesia, mengatakan, acara hari tersebut memadukan dua kultur, yaitu kultur Tionghoa dengan Festival Dongzhi dan kultur Jawa dengan busana batik melalui peringatan Hari Ibu.

“Para undangan juga kita minta untuk berbusana batik atau berkebaya,” katanya.

Oei Tjing Yen, Sekretaris Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), mengatakan, acara ini terlaksana berkat banyak pihak, sebagai partnership, yaitu YHMCHI, PMTS, Seni Budaya Indonesia, Bara Nusa, Pakuwon City Mall, KCBI, KKI, Unimaxx Potography Community.

“Kemudian disponsori oleh Hakiki Donarta, ITCC, Montiss & Favor, Trekker, Le Minerale
dan Darline Bakery,” katanya.

Acara juga dilanjutkan dengan membuat minuman ronde secara langsung di panggung, diiikuti oleh undangan dan Miss Tionghoa Indonesia, serta dipandu oleh tim Hakiki Donarta. (Tamam Malaka)

baca juga :

Santri Meninggal Diduga Dikeroyok Senior, Polisi Tetapkan Enam Tersangka

gas

Di Balik Aksi Solidaritas untuk Korban Tragedi Bom Surabaya: Indahnya Keberagaman Indonesia Mengalir Jauh Sampai Amerika

gas

Pesawat Lion Air Tergelincir di Bandara Juanda

Redaksi Global News