Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Kolaborasi Lintas Generasi Unair di 5 Tahun D’Professor Band

Kolaborasi D’Professor Band dengan Airlangga Orchestra dalam komposisi ‘Koyo Jogja Istimewa’ di perayaan Hari Kadi ke-5 D’Professor Band Surabaya, Minggu (25/10/2026).

SURABAYA (Global-News.co.id) – Penampilan kolaborasi antara D’Professor Band dengan Airlangga Orchestra membuat acara Harmony Music and Science di Plaza Airlangga, Kampus C Unair, Minggu (25/10/2026), jadi semakin meriah dan heboh. Para guru besar Universitas Airlangga yang tergabung dalam D’Professor Band Surabaya ikut larut bernyanyi dan berjoget bersama saat kolaborasi itu menampilkan lagu fenomenal ‘Koyo Jogja Istimewa’ di momen perayaan hari jadi ke-5 D’Professor Band Surabaya.

Kehebohan sudah mulai terlihat sejak kolaborasi lintas generasi antara mahasiswa dengan para guru besar ini membawakan ‘Berharap Tak Berpisah’ yang dipopulerkan Reza Artamevia. Saat nyanyian sampai di bagian refrain lagu, panitia dan sebagian undangan sudah mulai bergoyang dan berjingkrak.

Lagu ketiga sekaligus menjadi penutup acara, mereka menghadirkan komposisi ‘Indonesia Pusaka’ karya Ismail Marzuki.

Kolaborasi Orkestra Unair dengan band D’Professor ini sebagaimana dikatakan Pembina D’Professor, Prof Dr Med dr Puruhito SpB (K)TKV , diharapkan bisa tercatat dalam MURI (Museum Rekor Indonesia). “Target kami, kolaborasi dengan orkestra mahasiswa Unair ini, yang berarti lintas generasi, tercatat dan mendapat penghargaan MURI,” ujar penjabat Rektor Unair periode 2001-2006 ini.

Didampingi ketua dan founder D’Professor Band, Prof Dr dr Widodo Ario Koentjono SpTHT BKL Jodan Prof Dr drg M.Rubianto MS Subsp RPID (K), Puruhito mengatakan band-nya telah berhasil meraih 2 penghargaan Rekor MURI yaitu ‘Band dengan Jumlah Anggota Profesor Terbanyak’, yaitu sebanyak 92 Guru Besar yang berasal dari Universitas Airlangga dan rekor ‘Band dengan Paduan Suara Profesor Terbanyak’ yang melibatkan sebanyak 55 Guru Besar.

Prof Rubianto menambahkan, band-nya bukanlah pengamen yang hanya menyanyikan karya orang lain. “Kami juga mencipta lagu. Sebanyak 75 lagu sudah tercipta dan 10 di antaranya sudah direkam dalam album,” ujarnya.

Di antaranya ‘Airlangga’, ‘Pamer Putu’, dan ‘Selalu Ada’ yang ditampilkan malam itu. Dikatakan Ario, lagu-lagu ciptaan D’Professor selalu berkarakter. “Karakter itu penting,” tandasnya.

Ruby mencontohkan lagu ‘Pamer Putu’. “Kalau orang-orang Pamer Bojo mosok D’Professor pamer bojo, nanti dimarah,” kelakar Ario.

Mengusung tema “Lima Tahun Berkarya, Selamanya dalam Harmoni”, perayaan ini menempatkan musik sebagai ruang untuk mempererat persahabatan dan berbagi kegembiraan. Lima tahun menjadi penanda perjalanan bersama yang terus tumbuh melalui semangat bermusik dan kebersamaan.

D’Professor dibentuk pada 24 Oktober 2021, bertepatan dengan Hari Dokter Nasional. Beranggotakan 55 orang Guru Besar/Professor terdiri 8 sebagai pemain alat musik dan sisanya adalah penyanyi.

Peringatan hari jadi kelima juga menjadi kesempatan bagi D’Professor Band Surabaya untuk menatap langkah berikutnya, menjaga kekompakan, mengembangkan kreativitas, serta menghadirkan penampilan yang semakin dekat dengan para penggemar dan pendengarnya.(ret)

 

baca juga :

Liga 1: Aji Nilai Sho Yamamoto Makin Matang

Redaksi Global News

Agenda Bulutangkis 2022, Enam Even Internasional Digelar di Indonesia

Redaksi Global News

Tangkal Corona, Surabaya Bakal Terapkan Jam Malam

Redaksi Global News