
SURABAYA (Global-News.co.Id) – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Jawa Timur memberangkatkan rombongan pemudik yang terdiri anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan keluarganya.
Usai melepas bis pemudik dengan tujuan Malang, pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, mengatakan, pada Rabu (18/3/2026) pihaknya memberangkatkan 1 unit bis berkapasitas 40-50 penumpang. “Kita siapkan kuota untuk 250 orang pemudik dengan tujuan Malang. Mungkin karena waktunya mendesak, jadi masih sekitar 50 orang yang ikut. Tidak tertutup kalau nantinya masih ada lagi, akan kami siapkan bisnya. Kalau sedikit bisa pakai Elf,” terangnya.
Dijelaskan pada lebaran kali ini, pihaknya memberikan kesempatan pada TPK yang merupakan pejuang stunting di lapangan untuk mudik bareng dengan keluarga. Selain mereka, juga akseptor KB dan keluarga berisiko stunting.
Pemberangkatan rombongan pemudik ini merupakan rangkaian kegiatan “ASN Peduli, Empati dan Berbagi: Mudik Bareng Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur Bersama Tim Pendamping Keluarga Menuju Mudik Sehat dan Bahagia”.
Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik.
Selain itu, Kemendubangga/BKKBN Jatim juga menghadirkan posko layanan “Sapa Mudik” di sejumlah rest area pada 17–18 serta 25–26 Maret 2026. Layanan yang dimulai pukul 08.00-16.00 tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni di Rest Area Travoy 725A Driyorejo dan Rest Area 726 Tol Trans Jawa.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim, dinas terkait, serta aparat kepolisian, guna memberikan layanan informasi, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi para pemudik.
Menurut Sukamto, Sapa Mudik ini bertujuan memberikan akses informasi kepada masyarakat terkait program Bangga Kencana, sekaligus mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Kalau keluarga sehat, tentu akan mendukung kualitas generasi muda kita di masa depan, sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” tambahnya.(ret)

