
SURABAYA (global-news.co.id) – Pemenuhan gizi yang baik pada pekerja menjadi hal sangat penting karena bisa meningkatkan kinerja dan menurunkan risiko penyakit akibat kerja, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI, FINASIM mengatakan hal tersebut dalam workshop bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Mendukung Pekerja Sehat & Produktif” untuk memeringati Hari Gizi dan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2025, Selasa (11/2/2025).
Workshop yang diikuti perwakilan dari berbagai instansi serta dinas kesehatan seluruh Jatim ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi bagi pekerja, khususnya pekerja perempuan, guna menunjang kesehatan dan produktivitas kerja. Adapun tema workshop, menekankan pentingnya memilih makanan bergizi dalam asupan kita agar tubuh sehat, status gizi kita normal dan terhindar dari penyakit menular maupun penyakit degeneratif.
Lebih lanjut, Prof Erwin mengatakan, tantangan dalam gizi adalah mengubah paradigma masyarakat terkait makanan enak atau makanan sehat. Yang paling banyak dipilih adalah makanan enak.
“Kita pengen masyarakat paham bahwa yang kita butuhkan itu makanan sehat yang di dalamnya ada karbohidratnya, bisa jagung bisa kentang, ada proteinnya yang tidak harus mahal bisa daging sapi ayam, telur, kacang-kacangan dan jangan sampai menganggap satu lebih baik dari yang lain, dikombinasi. Terakhir sayur dan buah,” ujarnya.
Makanan sehat bisa ditambahi isu enak, tapi kalau makanan enak itu butuh perjuangan untuk menjadi sehat. Sebab makanan enak semisal junkfood menggunakan perasa, pewarna sintetis yang membuat makanan sehat seperti sayur sop, sayur asem, sayur bayam kalah.
Hari Gizi dan Bulan K3 Nasional yang diperingati setiap Januari merupakan momen penting bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur untuk bersama-sama meningkatkan komitmen dan kepedulian dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat melalui perbaikan pola konsumsi makanan dan meningkatkan kesadaran gizi.
Diungkapkan, peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dapat membantu masyarakat membuat pilihan makanan yang lebih sehat.
“Untuk itu, kami mengharapkan semua elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga pemerintah, dapat bergandengan tangan dalam memberikan dukungan yang diperlukan untuk peningkatan gizi masyarakat.” ujarnya.
Selain itu, Kadinkes juga mengajak perusahaan untuk berperan aktif dalam mendukung kesehatan pekerja dengan menyediakan akses layanan kesehatan yang baik, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta mendorong gaya hidup sehat di kalangan karyawan.
“Jangan sampai orangtuanya rajin kerja, layanan makanannya diserahkan pada asisten rumah tangga (ART) sehingga gizinya jadi tidak karuan,” kata Erwin.
Workshop itu menghadirkan narasumber Annas Buanasita SKM, MGizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim yang membawakan materi tentang pentingnya memilih makanan bergizi untuk mendukung pekerja sehat dan produktif. Sementara Beny Haryawan ST, MH, dari PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyampaikan Best Practice Penggerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif.
Pada kesempatan itu Kadinkes juga memberikan penghargaan kepada 25 tempat kerja yang telah berperan aktif dalam menerapkan Gerakan Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP) dan perusahaan yang telah menerapkan Program K3 Perkantoran.
Penerima penghargaan kategori tempat kerja yang melaksanakan GP2SP 2024 di antaranya PT Industri Kereta Api (Persero) Kota Madiun, PT Petrosida Gresik, PT Vitapharm (Viva Cosmetics) Surabaya. Sedang penerima penghargaan tempat kerja yang melaksanakan K3 Perkantoran 2024 di antaranya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Gresik, PT Amerta Indah Otsuka Kabupaten Pasuruan, dan PDAM Surya Sembada Surabaya. (ret)

