
SURABAYA (Global-News.co.id) – Stunting dan pernikahan dini jadi sorotan dalam Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana Tahun 2025 yang digelar Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Jumat (27/2/2026).
Dalam rapat bertema Konsolidasi dan Penguatan Sinergi antara Perwakilan BKKBN Jawa Timur dengan OPD KB Kabupaten/Kota itu Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati mengungkap, terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian kementerian. Masing-masing stabilitas demografi dan pembangunan keluarga berbasis siklus hidup.
Stabilitas demografi di Jawa Timur dinilai telah tercapai. Terbukti dengan Total Fertility Rate (TFR) yang berada di angka 1,96.
Sementara pembangunan keluarga dilakukan melalui pendampingan berbasis siklus hidup, mulai dari balita, remaja, hingga lansia telah memenuhi target keseluruhan programnya.
Dalam aspek percepatan penurunan stunting, Jawa Timur mencatatkan angka 14,7%, lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 19,8%. Atau menempati peringkat pertama untuk di Pulau Jawa, dan nomor 2 secara nasional setelah Provinsi Bali. Capaian ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung target nasional.
Di sisi lain, persoalan perkawinan anak ikut jadi perhatian serius. Berdasarkan data, di Jatim terdapat sekitar 3.900 kasus perkawinan anak. Pernikahan di bawah usia 19 tahun dinilai berpotensi meningkatkan risiko stunting, perceraian, serta melemahnya ketahanan keluarga.
Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN memperkuat berbagai intervensi melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Bina Keluarga Remaja, serta pendampingan keluarga berisiko. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka perkawinan anak dan meningkatkan kesadaran orangtua serta remaja terkait pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga.
Erna juga menekankan pentingnya penguatan delapan fungsi keluarga, mulai dari fungsi keagamaan sebagai pondasi utama hingga fungsi lingkungan hidup.
“Jika fondasi keluarga kuat, terutama fungsi keagamaannya, maka akan lahir generasi berakhlak baik dan ketahanan keluarga yang kokoh. Dari keluarga yang kuat, kita menuju bangsa yang luar biasa,” ujar Erna yang juga menjabat Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN.
Dalam sambutannya Kaper Kemendukbangga/BKKBN Jatim itu mengatakan, pertemuan ini bertujuan mengevaluasi capaian program sekaligus merumuskan langkah strategis tahun 2026.
Dia menyebut target program Bangga Kencana di Jawa Timur telah menunjukkan capaian yang menggembirakan.
“Keberhasilan ini bukan semata-mata karena BKKBN, tetapi karena sinergitas dan kolaborasi yang luar biasa antara perwakilan provinsi dan OPD KB di 38 kabupaten/kota. Dari sinilah lahir berbagai prestasi dalam pengelolaan program Bangga Kencana di Jawa Timur,” ungkapnya.
Erna menambahkan, melalui rapat evaluasi ini pihaknya bersama OPD KB 38 kabupaten/kota berkomitmen memperkuat konsolidasi dan menyelaraskan strategi agar Program Bangga Kencana semakin efektif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (ret)

