Global-News.co.id
DPRD Jatim Utama

Fraksi Gerindra DPRD Jatim Apresiasi Kinerja BUMD, tapi Tetap Harus Ditingkatkan

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra, Abdul Halim

SURABAYA (Global-News.co.id) – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim mengapresiasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur. Khususnya Bank Jatim, Bank UMKM, dan Petrogas Jatim. Pasalnya, di tengah tantangan ekonomi yang berat, sejumlah BUMD dinilai mampu menunjukkan performa positif sekaligus mampu menopang keuangan daerah.

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra, Abdul Halim, mengatakan, capaian ini tidak lepas dari upaya perbaikan tata kelola dan strategi bisnis yang terus dilakukan oleh BUMD.
“Secara umum kami mengapresiasi kinerja BUMD. Ini menunjukkan arah pengelolaan sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.

Abdul Halim menjelaskan meski tengah melakukan ekspansi dan investasi di sektor teknologi, bank daerah ini dinilai tetap mampu menjaga performa bisnisnya. Menurut Halim, langkah penguatan digitalisasi justru menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing ke depan.

“Ini bagian dari strategi jangka panjang yang patut didukung,” katanya.

Tak hanya sektor perbankan, kinerja impresif juga ditunjukkan PT Petrogas Jatim Utama. Perusahaan energi tersebut mampu menyumbang dividen sekitar Rp 40 miliar, tertinggi di luar sektor perbankan.
“Ini capaian luar biasa dan bisa menjadi contoh bagi BUMD lainnya,” tegasnya.

Meski memberi apresiasi, Fraksi Gerindra tetap mengingatkan pentingnya menjaga kualitas kinerja, termasuk kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan sinergi antar-BUMD.

Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur juga menilai kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih perlu ditingkatkan, meski sejumlah perusahaan daerah dinilai menunjukkan kinerja positif.

Abdul Halim, mengatakan penguatan tata kelola dan optimalisasi kontribusi BUMD menjadi salah satu poin yang disampaikan fraksinya dalam rapat paripurna DPRD Jatim.

“Rekomendasi kami jelas, tata kelola dan performa BUMD harus semakin baik. Termasuk bagaimana kontribusinya terhadap PAD bisa ditingkatkan,” ujar Abdul Halim.
Menurut dia, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tetap menjadi BUMD dengan

kontribusi terbesar terhadap PAD. Namun, Fraksi Gerindra menilai ruang peningkatan dividen masih terbuka.
Ia mencontohkan Bank Jateng yang disebut mampu menyetorkan dividen dalam persentase lebih besar kepada daerah.

“Bank Jateng bisa sampai 80 persen ke PAD. Kita memang berbeda karena sudah IPO, tapi setidaknya Bank Jatim bisa didorong di kisaran 65 sampai 70 persen,” katanya.

Meski demikian, Abdul Halim memahami kondisi Bank Jatim yang saat ini juga melakukan investasi di sektor teknologi, sehingga memengaruhi kebijakan dividen perusahaan.

Menurut Abdul Halim, peningkatan kinerja BUMD penting dilakukan agar perusahaan daerah tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga mampu memperkuat fiskal daerah melalui kontribusi terhadap PAD. (*/fan)

baca juga :

SEA Games Vietnam: Target Presiden Jokowi Terwujud, Indonesia Masuk Tiga Besar

Heli Basarnas Tabrak Tebing Lalu Terbakar 2 Orang Tewas

gas

Triwulan I 2023, Penyaluran Kredit Bank Jatim Mencapai Rp 47,992 Miliar

Redaksi Global News