Global-News.co.id
Tapal Kuda Utama

Bupati Jember Gus Fawait Terima 2 Penghargaan Prestisius

Mewakili Bupati Jember Gus Fawait, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menerima penghargaan dalam Puncak Acara Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI Jatim Ke-80 yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026) malam.

JEMBER (Global-News.co.id)  – Hanya dalam waktu seminggu, Bupati Jember Gus Fawait mendapat dua penghargaan prestisius dari kalangan media. Pertama, komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam membenahi sektor pelayanan publik membuahkan apresiasi bergengsi pada Puncak Acara Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI Jatim Ke-80. Kedua, Bupati Jember Gus Fawait juga mendapat penghargaan prestisius dalam acara peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com.

Mewakili Bupati Jember Gus Fawait, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menghadiri Puncak Acara Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI Jatim Ke-80 yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan dari PWI Jatim Kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik. Dalam keterangannya, Gus Fawait menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Baginya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan suntikan semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jawa Timur atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,” kata Gus Fawait.

Gus Fawait memaparkan tiga program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember, yakni UHC (Universal Health Coverage) Prioritas, Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan (Peta Cinta), dan Wadul Gus’e.

Gus Fawait menyatakan bahwa UHC Prioritas merupakan program yang menjamin seluruh warga Jember pemegang KTP Jember, khususnya bagi warga kurang mampu, untuk mendapatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.

Sedangkan Peta Cinta dirancang untuk menghapus sekat birokrasi antara warga kota dan desa. Melalui program ini, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) seperti pencetakan KTP dan Kartu Keluarga kini bisa diselesaikan langsung di kantor kecamatan tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota.

Selanjutnya, program Wadul Gus’e, sebuah platform komunikasi langsung yang memangkas jarak antara rakyat dan bupati. Melalui program ini, warga dapat menyampaikan keluh kesah hingga ide-ide segar secara langsung kepada pemimpinnya untuk perbaikan layanan di semua level.

Bupati Gus Fawait menekankan bahwa ketersediaan logistik layanan seperti blangko KTP di kecamatan, akan terus dipastikan aman guna mendukung kelancaran program Peta Cinta. Dia juga berharap masyarakat semakin aktif memberikan kontribusi pemikiran melalui kanal yang telah disediakan.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember dan elemen Pemerintah Kabupaten Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru, Jember Maju,” tandasnya.

Tokoh Pengentas Kemiskinan

Masih terkait apresiasi dari kalangan media terhadap prestasinya, Bupati Jember Gus Fawait juga mendapat penghargaan prestisius dari Beritajatim.com. Penghargaan itu diberikan dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com bertajuk Merawat Kepercayaan, Mengawal Perubahan, yang diadakan di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, pada Selasa (21/4/2026). Gus Fawait meraih penghargaan pada kategori Penguat Demokrasi, dengan sub-kategori spesifik sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.


Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com di Ballroom Lantai 4 Grand City, Surabaya, Selasa (21/4/2026). (Dok. Diskominfo Jember)

Penghargaan ini diberikan atas capaian signifikan Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif.

Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah pencapaian personal, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, terutama para ASN yang bersinergi tanpa sekat.

“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait menambahkan bahwa keakuratan data adalah pondasi utama agar intervensi pembangunan tepat sasaran sehingga anggaran yang dikucurkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Gus Fawait menyadari bahwa kemiskinan merupakan persoalan fundamental yang memicu rantai masalah sosial lain di Jawa Timur, khususnya di Jember. Menurut dia, keberhasilan menekan angka kemiskinan akan berdampak linear pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” ujarnya.

Meski pada tahun 2025 performa penurunan kemiskinan di Jember tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait menegaskan pihaknya tidak akan cepat berpuas diri. Dia telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk melakukan lompatan besar.

“Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200 ribu. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh OPD dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini,” katanya.

Penghargaan ini menjadi suntikan motivasi bagi Pemkab Jember untuk terus berinovasi dalam program-program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang inklusif demi kesejahteraan warga Jember. * adv/yudhie

 

baca juga :

Stunting Turun, Puskesmas Pamekasan Terbaik Jatim, Wabup Raja’e Puji Dinkes

gas

Tingkatkan Efisiensi Listrik, Gubes ITS Kombinasikan EBT untuk Daerah Terpencil

Titis Global News

Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jaksel Studi Tiru ke Polresta Sidoarjo

Redaksi Global News