Global-News.co.id
Secangkir Kopi Utama

SPBU ‘Diserbu’

Antre bbm

PASOK minyak dunia tersendat akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret 2026. Sejumlah negara, khususnya pengimpor minyak mengalami masalah dengan penyediaan bahan bakar minyak (BBM). Di Indonesia meski pemerintah menjelaskan tak ada kenaikan BBM, tetapi beberapa hari menjelang 1 April 2026 sejumlah SPBU di tanah air mulai diserbu.

Panic buying (pembelian panik) adalah fenomena perilaku konsumen di mana masyarakat membeli barang dalam jumlah besar secara tiba-tiba karena kekhawatiran akan kelangkaan, kenaikan harga, atau situasi krisis. Inilah yang terjadi setidaknya sejak 30 dan 31 Maret 2026 sejumlah anggota masyarakat menyerbu SPBU.

Antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Surabaya, Jawa Timur, contohnya. Sejumlah SPBU di Surabaya diserbu pembeli. Antrean bahkan mengular hingga ke jalan dan didominasi kendaraan roda empat. Kondisi ini terlihat sejak siang hari dengan pemandangan yang tidak seperti biasanya.

Antrean kendaraan tampak padat dan mayoritas merupakan mobil yang mengisi BBM nonsubsidi. Pengakuan warga yang mangantre, mereka kekhawatir terkait kabar kenaikan harga BBM pada April mendatang. Isu tersebut dikaitkan dengan dampak konflik di Timur Tengah. Meski belum ada kepastian resmi, warga mulai panik dan memilih mengisi bahan bakar penuh sebagai langkah antisipasi.
Padahal, Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi Pertamina tidak naik per 1 April 2026.

Masyarakat diminta tetap tenang karena stok aman dan harga stabil. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi PT Pertamina (Persero) tidak mengalami kenaikan pada 1 April 2026.

Kepastian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, setelah pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Pemerintah, kata dia, ingin menjaga stabilitas harga serta memastikan daya beli tetap terjaga. Pertamina sendiri menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.

Melihat kenyataan ini, diharapkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar. Apalagi pemerintah mengatakan, stok BBM dalam kondisi aman dan harga tetap terjangkau.
Pertamina sendiri menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, untuk periode April 2026. Informasi proyeksi kenaikan harga yang beredar di media sosial dipastikan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan hingga saat ini perusahaan belum menetapkan harga baru BBM per 1 April 2026. “Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron.

Ia mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi resmi terkait harga BBM melalui saluran resmi Pertamina. Baron meminta kepada masyarakat untuk mencari informasi harga BBM yang valid pada saluran resmi Pertamina, yakni www.pertamina.com.(*)

baca juga :

150 Pelaku Usaha Non Konstruksi di Kabupaten Madiun Ikuti Sosialisasi E-Katalog Versi 6

gas

Ratusan Rumah di Tulungagung Terendam Banjir Kiriman dari Trenggalek

Redaksi Global News

Posko Mudik BNI Fasilitasi Istirahat Pemudik

Redaksi Global News