
SURABAYA (global-news.co.id) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Wihaji SAg, melakukan peninjauan pemberian makanan bergizi gratis (MBG) untuk sasaran B3 (Bumil/ibu hamil, Busui/ibu menyusui, dan Balita Non PAUD) yang dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kec. Gubeng, Kamis (9/10/2025).
Tak hanya meninjau dapur SPPG yang terletak di Ngagel Jaya Barat Surabaya, Menteri Wihaji yang didampingi sang istri kemudian berboncengan motor mengunjungi keluarga rentan stunting (KRS) di kawasan Ngagel Timur.
Usai bertemu KRS, Wihaji mengatakan kunjungannya ke Surabaya kali ini dimaksudkan untuk mengumpulkan penyuluh dan tim pendamping keluarga (TPK) se-Jawa Timur dalam rangka sosialisasi tentang MBG khususnya bagi B3 dalam konteks penanganan stunting.
“Ini adalah bagian dari perintah Bapak Presiden untuk ke lapangan. Begini perintahnya, ‘Pak Wi jangan banyak seminar, jangan banyak diskusi, lokakarya. Ke lapangan, selesaikan masalah’, ” ujar Wihaji menirukan apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya.
Di Ngagel Timur, Menteri Wihaji mengunjungi sekaligus mengantar MBG untuk Meishin yang berusia 2 tahun. Ayah Meishin adalah pekerja bangunan sedang ibunya bekerja di SPPG.
Wihaji juga menyempatkan berdialog dengan 2 KRS lainnya. Salah satunya Nur Cholifa, ibu dari Ghufayra. Sembari menggendong anaknya yang berusia 15 bulan, Nur mengungkap suaminya tidak lagi bekerja karena PHK, sementara dia sendiri tidak bekerja lantaran harus mengasuh anak. Untuk mencukupi kebutuhan hidup dia terpaksa berutang dengan cara menggadaikan BPKB motor Vario-nya. Mendengar itu, Wihaji yang awalnya menyerahkan MBG, sembako, dan telur, kemudian juga mengulurkan bantuan dana untuk melunasi utang KRS tersebut.
Kepada wartawan, Muhaji mengungkap kegiatan ini juga merupakan upaya intervensi sensitif dan spesifik untuk memastikan asupan nutrisi yang memadai bagi keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang teridentifikasi berisiko stunting. Sebagai upaya menekan angka stunting.
Menteri Wihaji menekankan pentingnya sinergi dan akurasi data dalam penyaluran bantuan gizi. “Pemberian makanan bergizi ini adalah investasi kita untuk masa depan. Kita pastikan setiap anak berisiko stunting, ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan asupan terbaik,” ujarnya.
Kepada Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN, Kepala SPPG Gubeng, Shanti Pawitra Paramesthi SKM melaporkan, setiap hari pihaknya menyiapkan sekitar 3.560 paket MBG. Dari jumlah itu, sebanyak 389 diperuntukkan B3, sedang lainnya untuk anak sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di 10 sekolah di Kelurahan Pucang Sewu, Kertajaya, dan Baratajaya.
Usai monitoring pemberian MBG, Menteri Wihaji yang didampingi Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, Maria Ernawati, melanjutkan kegiatan dengan menghadiri Karnaval Lini Lapangan di Gedung Convention Center Universitas Airlangga. Acara ini merupakan bentuk apresiasi dan peningkatan semangat bagi seluruh unsur lini lapangan Kemendukbangga/BKKBN.
Karnaval ini dimeriahkan oleh ribuan peserta, termasuk Kader KB, Remaja GenRe, dan Penyuluh KB dari berbagai kecamatan di 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
“Karnaval ini menjadi simbol kekuatan lini lapangan. Para Kader KB adalah ujung tombak yang tak kenal lelah, para Penyuluh KB adalah mentor yang hebat, dan Remaja GenRe adalah harapan kita untuk Bonus Demografi. Tanpa peran aktif mereka, mustahil target penurunan stunting nasional dapat kita capai, ” kata Wihaji.
Saat berdialog dengan perwakilan GenRe, menteri menekankan peran mereka sebagai Duta Perubahan Perilaku, khususnya dalam edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan usia anak.
Sementara ketika berdialog dengan penyuluh KB (PKB) dan Kader KB, Menteri Wihaji mengingatkan upaya membangun keluarga berkualitas dan menekan angka stunting membutuhkan kerjasama dan sinergitas semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (ret)

