Global-News.co.id
Mataraman Utama

Bentuk Desa Tematik Pangan, Desa Wonorejo Mejayan Gelar Musdesus Ketahanan Pangan

Kepala Desa Wonorejo, Altryan Selvian Adiyta saat menandatangni Berita Acara Musdesus Ketahanan Pangan disaksikan BPD dan Pendamping.

MADIUN (global-news.co.id) – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui pemerintah desa (Pemdes) gencar melakukan musyawarah desa khusus (Musdesus) ketahanan pangan untuk membentuk dan menentukan desa tematik. Program tersebut untuk mendukung program Presiden Prabowo yaitu salah satunya Makan Begizi Gratis (MBG).

Seperti Desa Wonorejo Kecamatan Mejayan Kab. Madiun telah menggelar Musyawarah desa Khusus Pembahasan Ketahanan Pangan di Pendopo Desa pada Kamis, 12 Juni 2025.

Pendamping Lokal Desa Kecamatan Mejayan, Anik Yuni Astutik menjelaskan untuk menindaklanjuti surat dari Kemendes dan Kemenkeu terkait alokasi 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan. Hal ini selain untuk mendukung program Presiden RI, Prabowo Subianto yakni makan bergizi gratis (MBG). Juga untuk penguatan ekonomi masyarakat.

Secara teknis pengelolannya lanjutnya akan diserahkan ke Bumdes atau Bundesma atau Koperasi atau Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

” Jadi program ketahanan pangan bisa di kelola oleh Bumdes, Bumdesma, Koperasi atau TPK. Dan
harus bisa mendukung program makan bergizi gratis.” jelas Anik

Lebih lanjut dikatakan, anggaran 20 persen DD akan dipergunakan untuk membentuk dan membiayai proses pelaksanaan desa tematik. Seperti desa padi, jagung, ketela, ikan dan lain-lain.

Dana tersebut tidak dapat digunakan untuk kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan ketahanan pangan seperti pembanguan infrastruktur sarana prasarana dan biaya operasional.

“Misalnya pengadaan sumur sibel, apabila pengadaannya di areal sawah yang menjadi program ketahanan pangan diperbolehkan tapi kalau di lain tempat tidak boleh. ” jelasnya

Sementara Kepala Desa Wonorejo, Altryan Selvian Aditya menambahkan anggaran program ketahanan pangan diambilkan dari 20 persen dana desa (DD) sebagai penyertaan ke Bumdes, harus dipisahkan.

” Pagu DD dari desa yang digunakan untuk penyertaan 20 persen harus dipisahkan.” tandas Altryan

Terkait unit usaha desa tematik yang akan dijalankan oleh Bumdes, lanjutnya bisa menekankan pada desa padi, jagung, dan ketela. Sedangkan untuk desa sayur ada potensi lahan yang digunakan untuk tanaman sayur. Juga desa ikan ada peternakan ikan dan ayam pedaging.

” Karena desa Wonorejo mayoritas pendudukanya bermata pencaharian sebagai petani maka dipilih sebagai desa tematik pangan.” lanjutnya.

Dia menjelaskan untuk tahap-tahap awal akan dilakukan koordinasi antara pengurus dengan pokmas kelompok tani dan gapoktan desa.

Dia berharap program ketahanan pangan bisa berjalan dan berhasil dengan baik dan lancar.

” Semoga program tersebut bisa berjalan sesuai harapan kita semua. Pemerintah desa dan instansi terkait akan mendukung sepenuhnya.” pungkasnya

Diinformasikan, dalam Musdesus tersebut disepakati dan memilih Desa Wonorejo sebagai desa tematik pangan. (her)

baca juga :

Dukung Konservasi, PJT I dan Pertamina Tanam 50 Ribu Mangrove

Redaksi Global News

Trump dan Pengusaha AS Memuji Prabowo

gas

Unira Masuk Peringkat 27 Terbaik dari 329 PT di Jatim

gas