
SURABAYA (global-news.co.id) – Usia tua bukan menjadi penghalang untuk belajar. Ini tecermin dari semangat para ibu anggota Women International Club (WIC) Surabaya yang tengah belajar melukis di atas kain kerudung.
Para anggota klub yang rata-rata sudah sepuh itu menyimak betul bagaimana pelukis Nunung Harso mencontohkan cara menggoreskan kuas di atas kain kerudung yang sudah dipindai. Juga cara mencampur warna untuk menghasilkan warna seperti yang diinginkan.
Tatik yang merupakan anggota tersepuh di klub itu terlihat begitu semangat membubuhkan warna merah pada bunga yang terlebih dulu dia gambar di atas media kerudungnya. Padahal sebelumnya, perempuan berusia 95 tahun ini tidak yakin dirinya bisa melukis.
Menyemangati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, WIC Surabaya mengajak para anggotanya belajar melukis. Kegiatan ini dilakukan dalam pertemuan rutin bulanan yang digelar Rabu (21/5/2025).
Ketua WIC, Sarah Baroto, mengaku cukup terkesan dengan kegiatan ini. “Ibu-ibu yang rata-rata lansia ini terlihat antusias dalam menyalurkan hobinya,” katanya.
Sarah menyebut perempuan punya peran penting dalam membangun bangsa dan masyarakat. “Semua itu berujung pada meningkatnya harkat hidup masyarakat, terutama kaum perempuan,” ujarnya.
Nunung yang Ketua Ikatan Pelukis Wanita Indonesia (IPWI) Jatim menyebut, dari pembelajaran basic melukis di berbagai komunitas, dia melihat ada bermacam motivasi dari pesertanya.
“Kalau ibu-ibu UMKM, niatnya belajar itu untuk jualan agar menghasilkan pendapatan. Ada yang karena hobi. Dia melukis setiap hari untuk melemaskan lengannya dan hasilnya untuk hadiah ulang tahun teman, tetangga atau cucunya,” ujar mantan anggota DPRD Surabaya ini.
Terhadap ibu-ibu anggota WIC, Nunung mengungkap kekaguman atas semangatnya. “Sangat bangga ya, meski sudah sepuh, ternyata mereka masih semangat untuk belajar. Nggak semua teman-teman mau, atau yang muda kadang bilang ‘males ah’. Nah ini masih semangat, ada tadi yang usianya 95 tahun, ada yang 80 tahun,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan belajar dasar melukis ini ternyata juga memunculkan bakat-bakat terpendam yang dimiliki para anggota WIC.
Ninik Pras yang mantan Ketua WIC sebelum Sarah mengungkap kesukaannya berkumpul dengan para anggota klub yang didirikan 74 tahun silam ini.
“Dari ibu-ibu yang sudah sepuh ini, meski saya sendiri juga sudah tua, saya bisa mendapatkan masukan yang fresh buat kita yang lebih muda. Karena itu sayang kalau kegiatan ini hilang, jadi meskipun anggotanya tinggal sedikit kegiatan tetap terus berjalan,” pungkasnya. (ret)

