Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

2025, BI Optimistis Inflasi Jatim Tetap Terkendali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Erwin Gunawan Hutapea menyerahkan cinderamata kepada Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna (kanan) usai acara media briefing, Jumat (7/2/2025).

SURABAYA (global-news.co.id) – Inflasi Jawa Timur pada tahun 2024 terkendali sebesar 1,51% (yoy), lebih rendah dibandingkan 2023 sebesar 2,92% (yoy), serta inflasi nasional sebesar 1,57% (yoy). BI Jatim optimistis terkendalinya inflasi di Jatim akan berlanjut pada 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan saat ini di Jatim cuaca masih belum menentu, curah hujan tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah yang bisa memengaruhi pasokan pangan dan membuat harga beberapa komoditas naik.

Namun kalau dibandingkan dengan bencana yang terjadi pada 2024, justru lebih parah tahun lalu. Apalagi tahun lalu adalah tahun politik, yang ikut mendorong terjadinya inflasi.

“Jadi prediksi kami, tahun ini inflasi relatif aman, terkendali dan berada di rentang sasaran nasional 2,5% +1%. Meski ada momen Ramadan dan Lebaran sekalipun, tidak terlaku banyak memengaruhi inflasi komulatif tahunan,” katanya saat media briefing 2025 bertema Penguatan Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Berkelanjutan : Transformasi Menuju Indonesia Emas” di kantor BI Jatim, Jumat (7/2/2025).

Erwin mengatakan meski bukan tahun politik, tahun ini ada program Makan Siang Bergizi (MSB) yang dikhawatirkan sejumlah pihak bisa menimbulkan inflasi harga pangan. Hal tersebut dipicu meningkatnya permintaan terhadap pangan dengan adanya program MBG tersebut.

Namun kondisi ini juga tidak terlalu signifikan memengaruhi Jatim, karena Jatim merupakan salah satu sentra pangan di Indonesia. Suplai pangan memadai, terutama untuk komoditas pangan seperti beras, bawang merah, cabai, ayam hingga telur. “Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan koordinasi TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian inflasi JATIM SIGATI,” katanya.

Erwin menyatakan ekonomi Jawa Timur 2024 terjaga baik, tumbuh sebesar 4,93% (yoy). Kinerja ekonomi utamanya ditopang oleh komponen investasi sejalan dengan peningkatan investasi non bangunan, penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) pada awal tahun 2024, serta berlanjutnya proyek konstruksi swasta di Kawasan Industri/KEK.

Secara sektoral, membaiknya ekonomi Jawa Timur didorong oleh sektor perdagangan dan akomodasi, makan, dan minum, serta konstruksi.

Erwin menegaskan kuatnya perekonomian Jawa Timur 2024 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan akan berlanjut pada 2025. “Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2025 diperkirakan akan terus membaik, tumbuh pada kisaran 4,7-5,5% (yoy),” ucap Erwin.

Sejalan dengan capaian kinerja ekonomi Jawa Timur 2024, Kepala Kantor OJK Jawa Timur Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa kinerja perbankan menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan peningkatan kredit sebesar 8,04% (yoy) mencapai Rp 614 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,73% (yoy) menjadi Rp790 triliun.

Stabilitas perbankan juga tercermin dari rasio NPL yang turun menjadi 2,88% dan CAR yang kuat sebesar 29,58%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AL/DPK sebesar 15,01% dan AL/NCD sebesar 68,58%.

Dalam kesempatan ini, Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa solidnya kinerja perbankan 2024 juga sejalan dengan capaian kinerja pasar modal, Industri Keuangan Non Bank, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan yang membaik.

Sementara Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna menyampaikan bahwa sampai dengan akhir 2024 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh pertumbuhan Belanja Kementerian/Lembaga sebesar 13,74%.

Pertumbuhan belanja seiring dioptimalkannya APBN sebagai Shock Absorber, antara lain melalui peningkatan bidang konektivitas dan prasarana umum, bantuan sosial, dan pilkada serentak. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang melampaui target yang ditetapkan sampai dengan akhir 2024.

Pada kesempatan ini Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur Bambang S. Hidayat yang memberikan pemaparan secara daring menyampaikan bahwa LPS menjamin penuh lebih dari 608 juta rekening simpanan nasabah di bank umum dan 15,8 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9% dari total rekening. (tis)

baca juga :

Layanan Premium Pengiriman Barang Bergaransi Kepastian

Redaksi Global News

Pelepasan dan Doa Bersama Jamaah Calon Haji Kabupaten Jember Menguatkan Niat Menuju Tanah Suci

gas

Pertahankan Kinerja Solid, Bank Jatim Raih Penghargaan The Asian Post Best Regional Champion 2024

gas