
SURABAYA (global-news.co.id) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jatim dan Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya menggelar donor darah untuk insan perbankan di kantor Perwakilan BI Jatim, Rabu (9/11/2022) pagi. Kegiatan ini sempat berhenti lebih dari 2 tahun karena pandemi Covid-19.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Budi Hanoto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Saul Halomoan T., dari Bank Panin yang sudah 63 kali melakukan donor. “Kalau kita mendonorkan darah, maka tubuh kita akan semakin sehat. Di samping itu, dengan melakukan donor kita berarti dapat membantu sesama di bidang kemanusiaan,” kata Budi Hanoto.
Budi mengatakan, acara rutin ini memang sempat terhenti, karena pandemi Covid-19. Kini covid-19 sudah mulai melandai, kegiatan ini dimulai lagi. Dengan harapan kita dapat terus membantu PMI dalam hal penyediaan darah. Meski demikian, protokol kesehatan dalam pelaksanaan donor tersebut tetap menjadi bagian penting. Calon pendonor sebelum masuk ke tempat pelaksanaan kegiatan sosial ini wajib melakukan test antigen.
“Kita wajib mensyukuri pelaksanaan donor darah ini. Karena kita bisa berbuat kebaikan lagi dengan melakukan donor. Seperti kita ketahui, sebelumnya selama kurang lebih 2 tahun kita hanya di rumah akibat pandemic. Saya berterima kasih kepada semuanya, karena pada donor kali ini panitia menyediakan 350 kantong darah. Sejak tahun 2013 hingga saat ini, insan perbankan di Jatim telah berhasil menyumbangkan sebanyak 34.369 kantong darah kepada PMI. Atas semuanya ini, saya mengucapkan terima kasih. Terima kasih kepada semuanya yang terlibat dalam kegiatan ini. Juga terima kasih kepada Saul Halomoan. Semoga ini menjadi contoh bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kerohanian dan Kesejahteraan Sosial BMPD Jatim, Teguh Wahyudi mengatakan, Aksi Donor Darah ini pesertanya 400 orang dengan target 350 kantong darah. “Semua peserta kan dites kesehatan terlebih dahulu. Kalau sudah lolos dari tes, baru diperbolehkan melakukan donor. Sebaliknya yang tidak lolos, tidak diperbolehkan melakukan donor,” katanya.
Dia mengatakan pendaftar pendonor tersebut, hampir semuanya karyawan perbankan di Jatim. Hanya saja yang paling banyak pesertanya dari Surabaya dan sekitarnya. “Secara keseluruhan, mereka itu berasal dari kantor BI, OJK hingga karyawan bank.
Pelaksanaan donor ini diawali oleh donor yang dilakukan pimpinan BI Jatim hingga sejumlah pimpinan perbankan. Sementara setiap peserta donor mendapat tas dan ekstra fooding. (Erfandi Putra )

