Global-News.co.id
Malang Raya Nasional Politik Utama

Musda AKD Jatim, Dibuka Gubernur dan Dihadiri Menkumham

Pembina Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim), Dwi Putranto Sulaksono, bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

KOTA BATU (global-news.co.id) – Pembina Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim), Dwi Putranto Sulaksono, menegaskan, Musyawarah Daerah (Musda) AKD Jatim di Amartha Hills Hotel & Resort, Kota Batu, Rabu (16/3) ini, menjadi titik tolak para kepala desa di Jawa Timur untuk membangun dan semakin memajukan ekonomi serta masyarakat di desanya.

“Assalamualaikum Wr Wb. Saudaraku klebun atau kepala desa anggota AKD Jatim yang saya cintai dan banggakan. 19 tahun lalu, saya mendirikan AKD Jatim bersama sejumlah kepala desa, kini sudah menjadi catatan sejarah, bahwa AKD Jatim telah tumbuh berkembang pesat, bahkan sudah mencetak tokoh-tokoh baru dari kalangan kepala desa, sebagai Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Ketua Fraksi di DPRD, anggota DPRD, ketua partai, dan jabatan penting lain di pemerintahan. Saat ini sudah saatnya semua anggota AKD Jatim, lebih berdaya, lebih bermartabat, dalam mengelola pemerintahan di desanya masing-masing,” kata Dwi Putranto, di sela-sela kesibukannya menyiapkan Musda AKD Jatim dan menerima secara virtual ucapan selamat ulang tahun yang ke-57, dari sejumlah sahabat dan koleganya, antara lain dari Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly, Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Bambang Ismawan SE MM, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, SE, dan Kadiswatpersau Marsekal Pertama TNI Basuki Rochmat.

Selain itu ada dari pimpinan universitas ternama di Tanah Air, seperti Prof Dr H Dedi Priyadi DEA Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerjasama Universitas Indonesia, Dr H Nazaruddin Malik SE, MSi, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Ir Moch. Sasmito Djati MS, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Internasional Universitas Brawijaya Malang dan sejumlah pejabat tinggi lain, Selasa (15/3). Dwi Putranto lahir di Tuban 57 tahun yang lalu.

Karena itu Dwi Putranto pun mengharapkan Gubernur Jawa Timur, Hj Khofifah Indar Parawansa, hadir dan membuka acara Musda AKD Jatim. “Kami semua mengharapkan kehadiran Ibu Gubernur Jawa Timur untuk memberikan sambutan, dukungan penuh, sekaligus membuka Musda AKD Jatim di Amartha Hills Hotel & Resort Kota Batu pada 16 Maret 2022, pukul 19.00 WIB,” kata Dwi Putranto.

Selain Gubernur Jawa Timur, kata Dwi Putranto, Musda AKD Jatim juga akan dihadiri Menkumham Yasonna H. Laoly, Walikota Batu , Bupati Malang, Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar, Ketua Fraksi PDIP DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo, serta para undangan lainnya. Namun yang terpenting, para kades yang mewakili kabupaten/kota juga hadir.

Lebih jauh Dwi Putranto mengatakan, dalam Musda AKD Jatim ini, dirinya akan memaparkan program baru bernama Manajer Desa Mandiri. Program ini sebagai semacam jaminan hari tua (JHT) bagi kades setelah para kepala desa tersebut tidak menjabat lagi.

Untuk itu Dwi akan memberikan kepada 7.724 Kades dari seluruh daerah di Jatim secara personal untuk menjadi manajer desa Bank Mandiri sebagai jaminan hari tuanya kelak. “Ini secara pribadi yang dapat diturunkan kepada keluarganya,” katanya .
Kalaupun sudah ada keluarga Kades/Bumdes di desanya, kata dia, mereka tetap akan menjadi agen Bank Mandiri.

“Ya tetap saya berikan kepada personal 7.724 Kades se-Jatim tanpa terkecuali karena akan lain nanti muatan yang saya berikan kemudian untuk kelengkapannya sebagai ‘one stop services person’ di desanya masing masing,” kata Dwi Putranto.

Selain itu, bapak dua anak itu juga akan memaparkan berbagai program AKD Jatim ke depannya, seperti Bumdesmart. Menurutnya, Bumdesmart akan menjadi dorongan kemajuan ekonomi desa dan para pelaku usaha di desa. Konsep Bumdesmart menampung seluruh hasil produksi dan potensi desa. Bahkan tiap desa bisa saling tukar informasi untuk menopang dengan produksi unggulannya masing-masing, seperti hasil pertanian maupun perkebunan.

“Saya yangmenjamin kepada pihak ketiga semua sistem pelayanan yang akan dibentuk. Dari perbankan, bumdesmart, SPBU desa, kedai obat desa, dan sebagainya,” kata pria kelahiran Tuban itu.

Menurut Dwi Putranto, semua akan dijelaskan saat pembukaan Musda AKD Jatim di hadapan seluruh hadirin. Sebanyak 7.724 desa di Jawa Timur akan sama rata secara kualitas pelayanannya dari A hingga Z. Dia menegaskan, dirinya juga memiliki mimpi dan harapan agar setiap desa memiliki lumbung desa modern (modern rice stockage silo). Jadi nantinya surplus dan minus pangan di setiap desa termonitor dan sekaligus teratasi dengan baik dengan adanya program ini.

“Jangan khawatir saudaraku para kades /klebun se Jatim, sampeyan semua kalau mau ikut alur ini dengan baik , serius dan all out, Insya Allah hari tuanya sampeyan semua nggak akan mbingungi dewe (kebingungan sendiri, Red.),” kata Dwi Putranto.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda AKD Jatim, Syaifullah Mahdi (Sandi), menegaskan, bahwa Musda AKD Jatim dihadiri masing-masing empat perwakilan kepala desa dari 30 kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurutnya, tema Musda adalah “Dengan AKD Jatim, Kepala Desa Bersatu, Bersama Meraih Kemakmuran Desa”.

Menurut Syaifullah Mahdi, AKD Jatim bertekad menciptakan kemandirian ekonomi dan kemakmuran desa di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur.

Hal serupa dikatakan Ketua AKD Jatim H. Munawar. Kades Rosep Kec. Blega Kab. Bangkalan, penerima Madura Award 2021 ini mengharapkan agar program Manajer Desa Mandiri bisa terwujud dengan baik sekaligus untuk memakmurkan desa. “Jadi, warga dan kepala desanya sama-sama makmur. Kami berusaha makmur sejahtera bersama dengan program Manajer Desa Mandiri ini,” katanya. (bdh, gas)

baca juga :

Lokakarya Pembelajaran Penanganan Pasca Bencana APG Semeru, Bupati Lumajang Jadi Pembicara

Redaksi Global News

Korban Heli Jatuh 8 Tewas, Keluarga Menangis Sambut Kedatangan Jenazah

gas

Pakde Karwo: Aman dan Damai Harga Mati di Jatim!

Redaksi Global News